IATA Mencatatkan Laba Bersih USD9,4 Juta di Kuartal Pertama 2022
Kamis, 21 April 2022 - 08:01 WIB
loading...
A
A
A
Untuk pertama kalinya sejak bertahun-tahun, Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar USD9,4 juta pada Q1 -2022. Bahkan kinerja keuangan pada Q1-2022 Perseroan masih lebih unggul dibandingkan dengan kinerja keuangan FY-2021, untuk diketahui BCR baru tercatat dalam laporan keuangan IATA mulai 1 Desember 2021.
Untuk tahun buku 2021, Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar USD17,2 juta, EBITDA sebesar USD4,6 juta, dan rugi bersih sebesar USD0,5 juta.
Kinerja Operasional PT Bhakti Coal Resources
BCR mencatatkan, peningkatan produksi pada kuartal I 2022 dibandingkan kuartal I tahun lalu. Pada Q1-2022, BCR mencapai total produksi 852.322 MT, naik 95,4% QoQ dibandingkan dengan 436.251 MT pada kuartal yang sama tahun lalu.
Dibandingkan dengan Q4-2021, produksi BCR meningkat 13,3% dari 752.299 MT. PMC menyumbang 66.9% dari total produksi BCR kuartal I ini. Produksi pada tahun 2022 diperkirakan masih akan terus meningkat dengan penambahan 2 area tambang baru di PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE) dan PT Arthaco Prima Energi (APE) yang akan beroperasi mulai kuartal kedua tahun ini.
Penjualan batu bara juga meningkat seiring peningkatan produksi. Perseroan mencatat penjualan sebesar 823.543 MT pada Q1-2022, naik 70,3% QoQ dibanding 483.719 MT pada kuartal yang sama tahun lalu. China, India, Vietnam, Thailand dan Malaysia merupakan negara tujuan ekspor batu bara Perseroan.
Untuk tahun buku 2021, Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar USD17,2 juta, EBITDA sebesar USD4,6 juta, dan rugi bersih sebesar USD0,5 juta.
Kinerja Operasional PT Bhakti Coal Resources
BCR mencatatkan, peningkatan produksi pada kuartal I 2022 dibandingkan kuartal I tahun lalu. Pada Q1-2022, BCR mencapai total produksi 852.322 MT, naik 95,4% QoQ dibandingkan dengan 436.251 MT pada kuartal yang sama tahun lalu.
Dibandingkan dengan Q4-2021, produksi BCR meningkat 13,3% dari 752.299 MT. PMC menyumbang 66.9% dari total produksi BCR kuartal I ini. Produksi pada tahun 2022 diperkirakan masih akan terus meningkat dengan penambahan 2 area tambang baru di PT Indonesia Batu Prima Energi (IBPE) dan PT Arthaco Prima Energi (APE) yang akan beroperasi mulai kuartal kedua tahun ini.
Penjualan batu bara juga meningkat seiring peningkatan produksi. Perseroan mencatat penjualan sebesar 823.543 MT pada Q1-2022, naik 70,3% QoQ dibanding 483.719 MT pada kuartal yang sama tahun lalu. China, India, Vietnam, Thailand dan Malaysia merupakan negara tujuan ekspor batu bara Perseroan.
Lihat Juga :