Potensi Ekonomi Digital Tembus Rp2.095 Triliun, Sayang Dilewatkan Sektor Industri
Jum'at, 22 April 2022 - 15:12 WIB
loading...
A
A
A
Ekonomi digital merupakan realisasi dari program pengembangan Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif Indonesia 2022 dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, seni maupun budaya untuk mengembangkan potensi lokal.
Seiring booming teknologi digital, kalangan ekonom dan analis menilai kualitas layanan, kecepatan, dan keamanan data akan menjadi tantangan utama ke depan. Perkembangan ekonomi digital dinilai akan terhambat, ketika industri telekomunikasi tidak mampu tumbuh secara optimal, yang bisa disebabkan kualitas masih buruk.
Peneliti dan Ekonom Indef, Nailul Huda menilai industri teknologi digital dan industri telekomunikasi merupakan dua entitas yang tidak dapat dipisahkan dari satu sama lain. Sebagai contoh, ketika pandemi terjadi, industri atau ekonomi digital melesat yang menyebabkan sektor ekonomi telekomunikasi dan informasi tumbuh dua digit.
"Jadi, keduanya mampu menghasilkan hubungan simbiosis mutualisme. Perkembangan ekonomi digital juga akan terhambat, ketika industri telekomunikasi tidak mampu tumbuh secara optimal, yang bisa disebabkan karena kualitas masih buruk,” kata Nailul Huda.
Baca Juga: Ekonomi Digital Sumbang Rp999,4 Triliun di 2021, Luhut: Tantangan Jadi Mudah Dilalui
Menurut dia, salah satu indikator kualitas telekomunikasi buruk adalah kecepatan internet di Indonesia yang masih urutan bawah di antara negara-negara di dunia. “Belum lagi ketika ada masalah di infrastruktur internet, koneksi akan mengalami masalah yang cukup signifikan, seperti terputusnya jaringan internet,” papar dia.
Seiring booming teknologi digital, kalangan ekonom dan analis menilai kualitas layanan, kecepatan, dan keamanan data akan menjadi tantangan utama ke depan. Perkembangan ekonomi digital dinilai akan terhambat, ketika industri telekomunikasi tidak mampu tumbuh secara optimal, yang bisa disebabkan kualitas masih buruk.
Peneliti dan Ekonom Indef, Nailul Huda menilai industri teknologi digital dan industri telekomunikasi merupakan dua entitas yang tidak dapat dipisahkan dari satu sama lain. Sebagai contoh, ketika pandemi terjadi, industri atau ekonomi digital melesat yang menyebabkan sektor ekonomi telekomunikasi dan informasi tumbuh dua digit.
"Jadi, keduanya mampu menghasilkan hubungan simbiosis mutualisme. Perkembangan ekonomi digital juga akan terhambat, ketika industri telekomunikasi tidak mampu tumbuh secara optimal, yang bisa disebabkan karena kualitas masih buruk,” kata Nailul Huda.
Baca Juga: Ekonomi Digital Sumbang Rp999,4 Triliun di 2021, Luhut: Tantangan Jadi Mudah Dilalui
Menurut dia, salah satu indikator kualitas telekomunikasi buruk adalah kecepatan internet di Indonesia yang masih urutan bawah di antara negara-negara di dunia. “Belum lagi ketika ada masalah di infrastruktur internet, koneksi akan mengalami masalah yang cukup signifikan, seperti terputusnya jaringan internet,” papar dia.
Lihat Juga :