Bank Dunia Memperingatkan Perang Rusia Ukraina dan Pandemi Jadi Kombinasi Berbahaya
Jum'at, 22 April 2022 - 20:45 WIB
loading...
A
A
A
"Ini bencana manusia, artinya nutrisi turun. Tapi kemudian juga menjadi tantangan politik bagi pemerintah yang tidak bisa berbuat apa-apa, mereka bukan penyebabnya dan melihat harga-harga naik," katanya di sela-sela pertemuan IMF-Bank Dunia di Washington.
Kenaikan harga yang luas dan mendalam, katanya: "Mempengaruhi makanan dari semua jenis minyak yang berbeda, biji-bijian, dan kemudian masuk ke tanaman lain, tanaman jagung, karena mereka naik saat harga gandum juga meningkat".
Namun terang Malpas, ada cukup bahan pangan di dunia untuk memberi makan semua orang. Menurutnya yang harus menjadi fokus yakni pada peningkatan pasokan pupuk dan makanan di seluruh dunia, di samping bantuan kepada kelompok paling miskin.
Baca Juga: 10 Negara Penghasil Gandum Terbesar di Dunia, Ada Tetangga Indonesia
Kepala Bank Dunia itu juga memperingatkan tentang "krisis dalam krisis" yang timbul dari ketidakmampuan negara-negara berkembang untuk membayar utang pandemi yang besar, di tengah kenaikan harga pangan dan energi.
Kenaikan harga yang luas dan mendalam, katanya: "Mempengaruhi makanan dari semua jenis minyak yang berbeda, biji-bijian, dan kemudian masuk ke tanaman lain, tanaman jagung, karena mereka naik saat harga gandum juga meningkat".
Namun terang Malpas, ada cukup bahan pangan di dunia untuk memberi makan semua orang. Menurutnya yang harus menjadi fokus yakni pada peningkatan pasokan pupuk dan makanan di seluruh dunia, di samping bantuan kepada kelompok paling miskin.
Baca Juga: 10 Negara Penghasil Gandum Terbesar di Dunia, Ada Tetangga Indonesia
Kepala Bank Dunia itu juga memperingatkan tentang "krisis dalam krisis" yang timbul dari ketidakmampuan negara-negara berkembang untuk membayar utang pandemi yang besar, di tengah kenaikan harga pangan dan energi.
Lihat Juga :