Daftar Lengkap Oligarki Rusia: Miliarder di Antara Kekuasan Putin

Senin, 25 April 2022 - 11:44 WIB
loading...
Daftar Lengkap Oligarki...
Menyelidiki oligarki miliarder Rusia, menggali koneksi politik mereka, kepemilikan aset, dan labirin perusahaan lepas pantai. Inilah semua yang perlu Anda ketahui tentang elit kaya di bawah pemerintahan Vladimir Putin. Foto/Dok
A A A
MOSKOW - Selama beberapa dekade, Forbes telah menyelidiki oligarki miliarder Rusia , menggali koneksi politik mereka, kepemilikan aset yang tidak jelas, dan labirin perusahaanlepas pantai. Inilah semua yang perlu Anda ketahui tentang elit kaya Negeri Beruang Merah -julukan Rusia- yang mendapatkan keuntungan di bawah pemerintahan Vladimir Putin .

Pada tahun 1997, empat orang Rusia pertama mendapatkan tempat dalam daftar Miliarder Dunia versi Forbes. Oligarki paling awal ini menjadi kaya selama gejolak privatisasi tahun 1990-an, dimana mereka memperoleh aset milik negara.

Baca Juga: Harta Miliarder Rusia Raib Rp459 Triliun Imbas Konflik Ukraina yang Memanas

Setelah Vladimir Putin naik ke tampuk kekuasaan pada tahun 2000, ia membantu membuat beberapa dari mereka lebih kaya lagi dan memberikan hadiah kepada kroni terdekatnya dengan mengubah status mereka menjadi miliarder.

Ada 83 orang Rusia dalam daftar miliarder tahun ini di 2022, dimana 68 di antaranya dianggap masuk dalam lingkaran oligarki. 18 oligarki lainnya sudah menyandang gelar miliarder sebelum perang, tetapi mereka kehilangan banyak uang sejak invasi ke Ukraina .

Dua orang yang tidak dianggap oligarki oleh Forbes yakni Andrey Melnichenko dan Oleg Tinkov dimasukkan dalam daftar karena jadi sasaran sanksi oleh Uni Eropa atau Inggris.

Tercatat ada sekitar 34 miliarder yang diganjar sanksi oleh Amerika Serikat (AS), Inggris serta Uni Eropa (UE). 11 di antaranya setelah aneksasi Krimea pada 2014, sisanya sejak invasi Ukraina.

Baca Juga: Saat Benteng Rusia Runtuh, Ekonomi Global Menghadapi Tatanan Dunia Baru

Kapal pesiar, jet hingga rumah mewah milik elit kaya Rusia telah dibekukan. Forbes memperkirakan bahwa harta kekayaan oligarki Rusia secara total bernilai USD290 miliar per 11 Maret dan telah kehilangan USD240 miliar.

Angka itu hampir setengah dari kekayaan bersih mereka sebelum perang, sejak Januari. Di bawah ini adalah panduan lengkap siapa saja oligarki Rusia yang terkena sanksi sejauh ini dan beberapa yang bakal menjadi target selanjutnya:

Kena Sanksi Tahun 2022

- Roman Abramovich

Sanksi: Uni Eropa dan Inggris

Abramovich terjun masuk ke bisnis secara cepat pada tahun 1995 ketika bermitra dengan miliarder automotif, Boris Berezovsky untuk mengendalikan raksasa minyak Sibneft dengan diskon besar. Ketika Berezovsky berkonflik dengan Putin pada 2000, Abramovich mengambil saham mentornya dengan harga murah sebelum menguangkannya ke Gazprom sebesar USD13,1 miliar pada tahun 2005.

Abramovich adalah seorang gubernur untuk provinsi Chukotka yang terpilih pada tahun 2000 hingga 2008. Di luar Rusia, ia terkenal sebagai pemilik klub sepak bola Liga Primer Inggris Chelsea, dan peranannya yang penting pada sepak bola Eropa.

Abramovich, yang memfasilitasi pembicaraan awal antara Rusia dan Ukraina, kabarnya telah diracun saat berada di Kyiv baru-baru ini. Setidaknya empat asetnya, termasuk Chelsea, jet Gulfstream G650, dan mansion London dengan 15 kamar tidur senilai USD140 juta, telah disita.

Sementrara dua kapal pesiar mewah miliknya, senilai USD900 juta kini berada di luar jangkauan sanksi usai bersandar di Turki. Menjadi yatim piatu sejak usia 4 tahun, Roman Abramovich tumbuh dan berkembang menjadi miliarder dunia tersohor yang kini justru menjadi pelarian usai jadi sasaran sanksi imbas perang Rusia Ukraina.

- Eugene Shvidler

Sanksi: Inggris Raya

Sahabat dan mitra bisnis Abramovich ini telah tinggal di London selama bertahun-tahun. Kapal pesiarnya yang belum disita senilai USD109 juta, Le Grand Bleu adalah hadiah dari Abramovich. Sedangkan dua jet pribadinya ditahan oleh Inggris pada bulan Maret. Shvidler bukan warga negara Rusia; ia lahir di Uni Soviet dan memiliki paspor Inggris dan AS.

- Mikhail Fridman

Sanksi: Uni Eropa, Inggris Raya

Penduduk asli Ukraina yang dibesarkan di Lviv, Fridman dan teman kuliahnya German Khan dan Alexei Kuzmichev memulai berbisnis komoditas dengan membangun perusahaan bernama Alfa-Eco pada tahun 1989. Ia tumbuh menjadi Konsorsium Alfa dan Alfa-Bank.

Berkat koneksi Kremlin, salah satu karyawannya kemudian menjabat sebagai kepala penasihat politik Putin. Ia kabarnya memperoleh aset tambahan di bidang telekomunikasi, perbankan, dan minyak.

Properti Fridman di London, termasuk perkebunan Athlone House era Victoria senilai USD100 juta, yang memiliki taman lanskap seluas lima hektar yang dirancang dengan gaya Versailles telah dibekukan oleh Inggris.

- German Khan

Sanksi: UE, Inggris Raya

Khan, yang memiliki kewarganegaraan Israel, memimpin TNK-BP yakni sebuah usaha patungan dengan perusahaan minyak Inggris BP, dari tahun 2003 hingga menjualnya ke Rosneft milik negara pada 2013. Properti Khan di Inggris Raya, termasuk dua apartemen senilai USD35 juta dan sebuah rumah di Lingkungan Belgravia London telah dibekukan.

- Alexei Kuzmichev

Sanksi: UE, Inggris Raya

Mitra lama Fridman lainnya mengundurkan diri dari dewan perusahaan investasi LetterOne yang berbasis di Luksemburg pada 7 Maret, bersama dengan Khan. Dua yacht miliknya yang bernama La Petite Ourse dan La Petite Ourse II dibekukan oleh otoritas Prancis pada bulan Maret.

- Pyotr Aven

Sanksi: UE, Inggris Raya

Mantan menteri hubungan ekonomi luar negeri Putin ini merupakan presiden bank swasta terbesar di Rusia, Alfa-Bank dari tahun 1994 hingga 2011. Tiga rumahnya, termasuk perkebunan dengan 18 kamar di Surrey dan vila senilai USD4,4 juta di Italia telah disita atau dibekukan.

Dia dan Fridman bersumpah untuk menentang sanksi yang dilayangkan kepada dirinya oleh Uni Eropa, dia mengundurkan diri dari dewan LetterOne pada 3 Maret.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
Warga India Gila Emas,...
Warga India 'Gila' Emas, Perusahaan Gadai Rusia Bidik Pasar Rp89.038 Triliun
UE Putar Haluan Kembali...
UE Putar Haluan Kembali ke Pelukan Rusia, Rogoh Dana Raksasa Rp123 Triliun demi LNG
Eksodus Miliarder: Mengapa...
Eksodus Miliarder: Mengapa Mark Zuckerberg hingga Orang Kaya Inggris Kompak Kabur?
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
Rekomendasi
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Hasil Piala AFF 2026:...
Hasil Piala AFF 2026: Vietnam Pesta 7 Gol ke Gawang Timor Leste
Breaking News! Febrie...
Breaking News! Febrie Adriansyah Ditahan Kejagung
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
Infografis
Daftar Lengkap Skuad...
Daftar Lengkap Skuad Timnas Jerman di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved