Daftar Lengkap Oligarki Rusia: Miliarder di Antara Kekuasan Putin

Senin, 25 April 2022 - 11:44 WIB
loading...
A A A
- Andrey Melnichenko

Sanksi: UE, Inggris Raya

Putra seorang fisikawan Soviet, Melnichenko keluar dari perguruan tinggi ketika Uni Soviet jatuh pada tahun 1991 untuk memulai bisnis ritel pertukaran mata uang. Dua tahun kemudian, ia mendirikan MDM Bank, yang menjadi salah satu bank swasta paling sukses di Rusia.

Dia kemudian merambah ke sektor lain yakni pupuk dan batu bara. Dua yacht miliknya, termasuk yacht dengan layar terbesar di dunia, SY A telah dibekukan oleh pihak berwenang di Italia dan Isle of Man.

Menurut laporan Forbes, Melnichenko bukanlah seorang oligarki karena ia membangun kekayaannya secara independen tanpa ikatan dengan pemerintah Rusia di bawah Boris Yeltsin atau Vladimir Putin.

Andrey Melnichenko masuk dalam daftar karena juga jadi sasaran sanksi. Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Melnichenko menyebut sanksi UE "tidak masuk akal,". Ia juga menambahkan bahwa mereka akan menolaknya.

- Alexey Mordashov

Sanksi: UE, Inggris Raya

Bos perusahaan raksasa baja Rusia Severstal, Mordashov membeli pabrik pertamanya dengan harga murah pada tahun 1992 pada usia 27 tahun melalui privatisasi voucher Rusia. Kapal pesiarnya, Lady M dan vila senilai USD115 juta di Sardinia utara, keduanya dibekukan oleh polisi Italia.

Tetapi kapal pesiarnya yang lain, Nord setinggi 465 kaki terpantau terakhir terlihat di Vladivostok, Rusia pada 7 April. Dia mengalihkan kepemilikan aset utama, termasuk saham perusahaan rekreasi TUI dan perusahaan pertambangan Nordgold, kepada istrinya pada hari yang sama saat dia diberi sanksi oleh UE.

Mordashov mengatakan kepada Forbes Rusia bahwa dia tidak mengerti mengapa dia dihukum.

- Vadim Moshkovich

Sanksi: UE, Inggris Raya

Chairman perusahaan agroindustri Rusagro, yang merupakan produsen besar daging babi dan gula itu menghabiskan delapan tahun di Dewan Federasi Rusia, majelis tinggi parlemen negara itu.

- Alexander Ponomarenko

Sanksi: UE, Inggris Raya

Dengan rekannya Alexander Skorobogatko, ia pernah menguasai salah satu pelabuhan terbesar di Laut Hitam. Pada 2013, pasangan tersebut, bersama dengan Arkady Rotenberg memenangkan kontrak untuk memodernisasi Sheremetyevo, bandara milik negara Moskow yang berusia 62 tahun.

Seperti banyak oligarki lainnya, Ponomarenko telah membantah bahwa dirinya tidak layak masuk dalam daftar sanksi Uni Eropa.

- Dmitry Pumpyansky

Sanksi: UE, Inggris Raya

Pumpyansky memiliki pabrik logam di wilayah Ural yang kaya mineral pada 1990-an sebelum mengambil alih pabrik pipa pada 1998 yang akan menjadi TMK, pembuat pipa terbesar Rusia dan pemasok untuk raksasa minyak Gazprom, pada 2000.

Superyacht miliknya, Axioma senilai USD42 juta telah ditahan di Gibraltar pada bulan Maret.

- Viktor Rashnikov

Sanksi: UE, Inggris Raya

Seorang mantan mekanik, Rashnikov adalah pemilik mayoritas salah satu produsen baja terbesar Rusia, MMK. Aset miliknya yakni kapal pesiar mewah 459 kaki, Ocean Victory, terakhir terlihat di Maladewa pada awal Maret.

- Leonid Simanovsky

Sanksi: UE, Inggris, AS

Mitra lama Leonid Mikhelson, yang mengendalikan raksasa gas Novatek (belum diberi sanksi), Simanovsky telah menjadi wakil ketua komite anggaran dan pajak Duma, parlemen Rusia, sejak 2003.

- Oleg Tinkov

Sanksi: Inggris Raya

Tinkov beralih dari menjual bir dan pangsit dengan membawa bank digitalnya, Tinkoff jadi perusahaan publik di London dengan nilai USD3,2 miliar pada 2013. Sebelum dia dikenai sanksi, Tinkov ditangkap di London pada Februari 2020 atas tuduhan penghindaran pajak federal AS; dia mengaku bersalah dan membayar USD509 juta untuk menyelesaikan kasus itu pada Oktober lalu.

Dia diperkirakan mempunyai harta lebih dari USD5 miliar sebelum serangan Rusia ke Ukraina. Menurut laporan Forbes, Tinkov bukanlah seorang oligarki karena ia membangun kekayaannya secara independen tanpa ikatan dengan pemerintah Rusia di bawah Boris Yeltsin atau Vladimir Putin. Dia masuk dalam daftar karena ikut juga telah diberi sanksi.

- Alisher Usmanov

Sanksi: UE, Inggris, AS

Usmanov kelahiran Uzbekistan yang membuat tas plastik untuk menjadi peruntungan pertamanya di akhir 1980-an. Dia kemudian membeli saham di sebuah perusahaan logam yang akhirnya berubah menjadi raksasa bijih besi dan baja yaitu Metalloinvest.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
Pemerintah Rusia Buka...
Pemerintah Rusia Buka Beasiswa S1 hingga S3 untuk Dosen dan Mahasiswa UNEJ
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
Rekomendasi
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Zuckerberg Mau Saingi...
Zuckerberg Mau Saingi Polymarket: Meta Siapkan Aplikasi Prediksi untuk 100 Juta Pengguna
Kolombia Singkirkan...
Kolombia Singkirkan Ghana, Gol Arias Antar Los Cafeteros ke 16 Besar
Berita Terkini
Komut Pertamina Salurkan...
Komut Pertamina Salurkan Seragam Sekolah bagi 200 Anak Prasejahtera di Banyuwangi
Jababeka Infrastruktur...
Jababeka Infrastruktur Raih 6 Penghargaan TJSLP/CSR Awards 2026 dari Pemkab Bekasi
IHSG Lesu dalam Sepekan,...
IHSG Lesu dalam Sepekan, Cermati Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Pertamina Pastikan Kesiapan...
Pertamina Pastikan Kesiapan Pasokan Energi di Ujung Timur Jawa
Bittime: Perkembangan...
Bittime: Perkembangan Regulasi Bisa Jadi Penopang Pasar Kripto di Semester II-2026
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
Infografis
Daftar Skuad Timnas...
Daftar Skuad Timnas Mesir di Piala Dunia 2026, Mohamed Salah Ujung Tombak
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved