Daftar Lengkap Oligarki Rusia: Miliarder di Antara Kekuasan Putin

Senin, 25 April 2022 - 11:44 WIB
loading...
A A A
Pada tahun 2009, saat memimpin anak perusahaan investasi di Gazprom milik negara, Usmanov juga berinvestasi di Facebook dan perusahaan rintisan teknologi lainnya bersama Yuri Milner yang sekarang menjadi VC Lembah Silikon terkemuka.

Kapal pesiarnya yang hampir seharga USD600 juta, Dilbar diketahui terjebak di pelabuhan Hamburg Jerman karena sanksi. Dalam sebuah pernyataan, Usmanov menyebut sanksi itu "tidak adil" dan berjanji untuk "menggunakan semua langkah hukum untuk melindungi kehormatan dan reputasinya."

Kena Sanksi Sebelum Tahun 2022

Bangsa Rusia dan oligarkinya telah mengalami banyak pasang surut selama tiga dekade terakhir. Berikut daftar miliarder yang lebih dulu terkena sanksi sebelum 2022.

- Vladimir Bogdanov

Sanksi: AS (2018)
Seorang raja minyak yang memprivatisasi operasi pengeboran milik negara di tahun 90-an untuk menciptakan Surgutneftegas, Bogdanov diangkat menjadi “Pahlawan Buruh Federasi Rusia” oleh Putin pada tahun 2016 “untuk layanan tenaga kerja khusus negara dan rakyat.”

- Oleg Deripaska

Sanksi: AS (2018), Inggris (2022)
Deripaska menggabungkan Aluminium Siberia miliknya dengan aset aluminium Millhouse Capital milik Roman Abramovich untuk membentuk Rusal pada tahun 2000. Mantan istrinya adalah cucu tiri Boris Yeltsin, dan dia memegang paspor diplomatik.

Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi kepada dirinya dan Rusal pada tahun 2018. Namun sanksi terhadap Rusal dicabut pada bulan Desember setelah Deripaska mengurangi kepemilikannya menjadi di bawah 50%.

Dia melayangkan gugatan di pengadilan Amerika untuk menantang sanksi pada Maret 2019, namun pada Juni 2021, seorang hakim Pengadilan Distrik di Washington D.C menolak gugatannya.

Deripaska memiliki banyak properti di luar negeri yang nilainya mencapai hampir USD1,4 miliar termasuk rumah mewah senilai USD21 juta di D.C. dan sebuah rumah di Belgravia Square London. Kapal pesiar mewah miliknya, Clio terpantau terakhir kali terlihat di Maladewa.

- Mikhail Gutseriev

Sanksi: UE, Inggris Raya (2021)
Gutseriev bersama Grup Safmarnya memiliki banyak lini bisnis mulai dari keuangan, media, dan industri di Rusia dan Belarusia. Ia dikenai sanksi oleh UE karena menjadi "teman lama" diktator Belarusia Alexander Lukashenko. Dua jetnya miliknya masing-masing terbang dari Moskow ke Dubai dan Istanbul, pada 19 dan 20 Maret.

- Sulaiman Kerimov

Sanksi: AS (2018), UE, Inggris (2022)
Seorang anggota majelis tinggi parlemen Rusia, Kerimov membuat pertaruhan untuk mencari keberuntungan baru pada produsen emas Rusia Polyus pada tahun 2008 setelah kehilangan miliaran saat krisis keuangan 2008.

Pihak berwenang di Prancis, di mana ia memiliki empat vila dengan nilai gabungan USD280 juta menyelidikinya pada 2019 atas tuduhan penipuan pajak. Kerimov membantah melakukan kesalahan, dan pengadilan menolak kasus tersebut pada tahun 2020.

- Yuri Kovalchuk

Sanksi: UE, Inggris, AS (2014)
Orang kedua de facto Rusia telah digambarkan oleh pemerintah Amerika Serikat sebagai "penasihat dekat" dan "bankir pribadi" Putin. Dia adalah pemegang saham terbesar di Rossiya Bank yang terkena sanksi dan, melalui perusahaan induknya, National Media Group, dia memegang berita yang boleh didengar dan dilihat orang Rusia.

Dia dan Putin sama-sama memiliki rumah eksklusif di dacha Ozero. Menurut pengungkapan Panama Papers, Kovalchuk memiliki resor ski yang menyelenggarakan pernikahan putri Putin pada 2013.

- Arkady Rotenberg

Sanksi: UE, Inggris, AS (2014)
Mantan mitra sparring judo Putin memenangkan miliaran kontrak dari negara selama bertahun-tahun. Beragam proyek dikantongi seiring kedekatan dengan Putin, sebut mulai dari infrastruktur untuk Olimpiade Musim Dingin Sochi 2014 hingga jembatan 2018 yang menghubungkan Krimea yang baru dicaplok ke daratan Rusia.

Pada 2019, ia menjual grup konstruksinya, SGM ke anak perusahaan Gazprom seharga USD1 miliar dan mengalihkan sahamnya di Mostotrest ke perusahaan patungan dengan bank milik negara. Dia memiliki banyak real estat di luar negeri, termasuk vila di Sardinia dan hotel mewah di Roma.

Semua aset tersebut telah dibekukan oleh otoritas Italia pada September 2014, kemudian Rotenberg menggugat Uni Eropa dan memenangkan pengembalian sebagian dari asetnya pada tahun 2016.

- Boris Rotenberg

Sanksi: AS (2014), Inggris (2022)
Adik dan mitra bisnis Arkady Rotenberg; Boris dan istrinya, Karina, memiliki tiga vila di French Riviera dan tiga rumah, senilai USD4 juta di Atlanta.

- Andrei Skoch

Sanksi: AS (2018), UE, Inggris (2022)
Mitra Alisher Usmanov telah menjadi anggota Duma sejak 1999. Departemen Keuangan AS menuduhnya memiliki “hubungan lama dengan kelompok kriminal terorganisir Rusia”, yang dibantahnya.

- Gennady Timchenko

Sanksi: AS (2014), UE, Inggris (2022)
Di akhir era Soviet, Timchenko menjalankan perusahaan pengekspor minyak milik negara dan menjadi salah satu pemegang saham terbesarnya ketika kemudian diprivatisasi.

Dia berteman dengan Putin pada 1990-an di Saint Petersburg ketika dia dan saudara-saudaranya memulai klub judo bernama Yavara-Neva. Hari ini, Timchenko memegang saham di perusahaan gas Novatek dan produsen petrokimia Sibur. Selain itu dia juga ketua liga hoki nasional Rusia, KHL.

- Viktor Vekselberg

Sanksi: AS (2018), Inggris (2022)
Baron aluminium kelahiran Ukraina telah melakukan kesepakatan dengan oligarki termasuk Oleg Deripaska (UC Rusal) dan Mikhail Fridman (TNK-BP). Superyacht Vekselberg senilai USD90 juta, Tango, dan jet Airbus A319 dibekukan oleh Departemen Keuangan AS pada bulan Maret.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Rekomendasi
KPK Tetapkan 4 Tersangka...
KPK Tetapkan 4 Tersangka terkait OTT BPK, Salah Satunya Bupati Muara Enim Edison
Tata Diam-diam Gunakan...
Tata Diam-diam Gunakan Platform Freelander dan Teknologi Chery untuk Mobil Premium
Mengapa Seres E5 Plus...
Mengapa Seres E5 Plus Jadi Ancaman Baru di Kelas SUV PHEV 7-Seater Indonesia?
Berita Terkini
Orang Kaya Diminta Lepas...
Orang Kaya Diminta Lepas Dolar, Dasco Sebut Rupiah Menguat Minggu Depan
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
Infografis
Daftar 103 Sekolah Swasta...
Daftar 103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved