Saham IATA Dapat Rekomendasi BUY, Ini Hasil Risetnya!
Selasa, 26 April 2022 - 08:41 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa poin penting yang diperoleh antara lain:
• Total volume produksi BCR diperkirakan mencapai 7,8 juta metrik ton tahun ini, dari 4 asetnya, yaitu APE, PMC, BSPC dan IBPE. 5 aset lainnya diharapkan dapat beroperasi penuh setelah Perseroan mendapatkan kontraktor dan kemungkinan investor strategis lainnya.
• Ke depan, perseroan berencana untuk mengakuisisi kapal tongkang sendiri dan mendirikan perusahaan dagang sehingga dapat menjual batu bara berkalori lebih tinggi dari operator tambang lainnya.
• Pada hari pertama mengikuti inspeksi proses pengeboran yang dilakukan di site APE (Arthaco Prima Energi), diharapkan akan beroperasi penuh dalam 5-6 bulan ke depan. Volume produksi ditargetkan mencapai 1 juta metrik ton tahun ini. Nilai kalori 3000 - 3500 kkal/kg. Total sumber daya diperkirakan lebih dari 792 juta metrik ton.
• Pada hari kedua menyaksikan proses penambangan dan pemuatan batu bara di beberapa pit dan jetty PMC dan BSPC.
• PMC (Putra Muba Coal) telah beroperasi penuh. Volume produksi ditargetkan mencapai 4,5 juta metrik ton tahun ini. Nilai kalori 3000 - 3600 kkal/kg. Total sumber daya yang tersisa diperkirakan sekitar 76,9 juta metrik ton.
• BSPC-N (Bhumi Sriwijaya Perdana Coal - North) telah beroperasi penuh. Volume produksi ditargetkan mencapai 1,8 juta metrik ton tahun ini. Nilai kalori 3200 - 3300 kkal/kg. Total sumber daya diperkirakan lebih dari 130 juta metrik ton.
• Untuk meningkatkan produksi, pihaknya berencana membangun jalan angkut sendiri, mengingat saat ini masih menggunakan jalan desa dengan kapasitas terbatas.
Baca juga: Jalur Pantura Cirebon Macet 1 Km di Kawasan Pasar Tumpah Tegal Gubug
Investment Risks
• Volume produksi batu bara yang lebih rendah dari 7.8/8.2 juta ton pada 22F/23F.
• Pengakuan kerugian yang lebih besar dari bisnis penerbangannya.
• EBITDA dan laba bersih yang lebih rendah dari USD233,4 juta/USD260,1 juta and USD93,35 juta/USD104,05 juta pada 22F/23F, masing-masing.
• Total volume produksi BCR diperkirakan mencapai 7,8 juta metrik ton tahun ini, dari 4 asetnya, yaitu APE, PMC, BSPC dan IBPE. 5 aset lainnya diharapkan dapat beroperasi penuh setelah Perseroan mendapatkan kontraktor dan kemungkinan investor strategis lainnya.
• Ke depan, perseroan berencana untuk mengakuisisi kapal tongkang sendiri dan mendirikan perusahaan dagang sehingga dapat menjual batu bara berkalori lebih tinggi dari operator tambang lainnya.
• Pada hari pertama mengikuti inspeksi proses pengeboran yang dilakukan di site APE (Arthaco Prima Energi), diharapkan akan beroperasi penuh dalam 5-6 bulan ke depan. Volume produksi ditargetkan mencapai 1 juta metrik ton tahun ini. Nilai kalori 3000 - 3500 kkal/kg. Total sumber daya diperkirakan lebih dari 792 juta metrik ton.
• Pada hari kedua menyaksikan proses penambangan dan pemuatan batu bara di beberapa pit dan jetty PMC dan BSPC.
• PMC (Putra Muba Coal) telah beroperasi penuh. Volume produksi ditargetkan mencapai 4,5 juta metrik ton tahun ini. Nilai kalori 3000 - 3600 kkal/kg. Total sumber daya yang tersisa diperkirakan sekitar 76,9 juta metrik ton.
• BSPC-N (Bhumi Sriwijaya Perdana Coal - North) telah beroperasi penuh. Volume produksi ditargetkan mencapai 1,8 juta metrik ton tahun ini. Nilai kalori 3200 - 3300 kkal/kg. Total sumber daya diperkirakan lebih dari 130 juta metrik ton.
• Untuk meningkatkan produksi, pihaknya berencana membangun jalan angkut sendiri, mengingat saat ini masih menggunakan jalan desa dengan kapasitas terbatas.
Baca juga: Jalur Pantura Cirebon Macet 1 Km di Kawasan Pasar Tumpah Tegal Gubug
Investment Risks
• Volume produksi batu bara yang lebih rendah dari 7.8/8.2 juta ton pada 22F/23F.
• Pengakuan kerugian yang lebih besar dari bisnis penerbangannya.
• EBITDA dan laba bersih yang lebih rendah dari USD233,4 juta/USD260,1 juta and USD93,35 juta/USD104,05 juta pada 22F/23F, masing-masing.
(uka)
Lihat Juga :