Saham IATA Dapat Rekomendasi BUY, Ini Hasil Risetnya!
Selasa, 26 April 2022 - 08:41 WIB
loading...
A
A
A
IATA berencana menerbitkan 14,84 miliar saham seri-B baru. Selain rights issue, ada juga 2,97 miliar waran dan 1,14 miliar saham private placement. Hasil dari aksi korporasi ini akan digunakan untuk melunasi surat sanggup senilai USD140 juta (Rp2 triliun) untuk mengakuisisi BCR dari PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) dan untuk membiayai modal kerja di masa depan. RUPST dijadwalkan pada 18-Mei-2022.
PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) awalnya dikenal sebagai PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk yang sebelumnya hanya bergerak di bisnis penerbangan charter dan infrastruktur pelabuhan. Akibat dampak negatif dari pandemi terhadap industri penerbangan, pada Februari dan April 2022, perseroan memutuskan untuk memasuki bisnis pertambangan batu bara dan migas dengan mengakuisisi dan mengkonsolidasikan PT Bhakti Coal Resources (BCR) dan PT Bhakti Migas Resources (BMR), masing-masing. Kedua entitas tersebut berada di bawah pengendalian bersama MNC Group.
BCR memiliki kepemilikan mayoritas pada 9 aset tambang batu bara yang berlokasi di Musi Banyuasin (Sumatera Selatan). Nilai kalori bervariasi antara 2.600-3.800 kkal/kg. Total cadangan dan sumber daya diperkirakan masingmasing mencapai 261,74 juta dan 1,6 miliar metrik ton. Rasio pengupasan 2,5 - 3,5 - 4x.
BMR diharapkan memiliki kontrak Participating Interest dan Production Sharing dari blok Semai III (Papua Barat) setelah akuisisi 85% PT Suma Sarana (SS, menunggu persetujuan pemerintah), yang diperkirakan memiliki 31,8tn kaki kubik sumber gas yang masih menunggu sertifikasi.
"Kami mengadakan kunjungan ke lokasi beberapa aset tambang BCR, yaitu APE, PMC dan BSPC-N," tulis riset itu.
PT MNC Energy Investments Tbk (IATA) awalnya dikenal sebagai PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk yang sebelumnya hanya bergerak di bisnis penerbangan charter dan infrastruktur pelabuhan. Akibat dampak negatif dari pandemi terhadap industri penerbangan, pada Februari dan April 2022, perseroan memutuskan untuk memasuki bisnis pertambangan batu bara dan migas dengan mengakuisisi dan mengkonsolidasikan PT Bhakti Coal Resources (BCR) dan PT Bhakti Migas Resources (BMR), masing-masing. Kedua entitas tersebut berada di bawah pengendalian bersama MNC Group.
BCR memiliki kepemilikan mayoritas pada 9 aset tambang batu bara yang berlokasi di Musi Banyuasin (Sumatera Selatan). Nilai kalori bervariasi antara 2.600-3.800 kkal/kg. Total cadangan dan sumber daya diperkirakan masingmasing mencapai 261,74 juta dan 1,6 miliar metrik ton. Rasio pengupasan 2,5 - 3,5 - 4x.
BMR diharapkan memiliki kontrak Participating Interest dan Production Sharing dari blok Semai III (Papua Barat) setelah akuisisi 85% PT Suma Sarana (SS, menunggu persetujuan pemerintah), yang diperkirakan memiliki 31,8tn kaki kubik sumber gas yang masih menunggu sertifikasi.
"Kami mengadakan kunjungan ke lokasi beberapa aset tambang BCR, yaitu APE, PMC dan BSPC-N," tulis riset itu.
Lihat Juga :