Usai Kapal Pesiar, Kini AS Memburu Rumah Mewah Milik Miliarder Oligarki Rusia

Selasa, 26 April 2022 - 15:22 WIB
loading...
Usai Kapal Pesiar, Kini...
Dari mulai mengejar kapal pesiar mewah hingga merebut vila-vila Italia, upaya global untuk menghukum oligarki Rusia karena ikatan keuangan mereka dengan invasi Vladimir Putin ke Ukraina belum pernah terjadi sebelumnya. Foto/Dok
A A A
WASHINGTON - Dari mulai mengejar kapal pesiar mewah hingga merebut vila-vila Italia hingga rumah mewah, upaya global untuk menghukum oligarki miliarder Rusia karena ikatan keuangan mereka dengan invasi Vladimir Putin ke Ukraina belum pernah terjadi sebelumnya. Terkait dengan tugas dan bagiannya, Amerika Serikat (AS) telah membentuk santuan tugas khusus sendiri atau yang dikenal dengan sebutan Gugus Tugas “KleptoCapture”.

Baca Juga: Daftar Lengkap Oligarki Rusia: Miliarder di Antara Kekuasan Putin

Satuan ini berada di dalam Departemen Kehakiman yang bertugas untuk menyita aset elit miliarder Rusia yang mencoba menghindari sanksi. “Kali ini, upaya untuk melacak aset mereka jauh lebih besar,” ucap profesor kebijakan luar negeri pasca-Soviet di Universitas Columbia, Timothy Frye seperti dikutip dari CNBC.

"Akan memakan waktu lama untuk menggali lebih dalam seputar pembelian real estat yang cerdik dan sejenisnya, tetapi tampaknya ada beberapa komitmen untuk mewujudkannya," sambungnya.

Baca Juga: Rebut Kapal Pesiar Mewah Miliarder Rusia, Inggris Sembunyikan Siapa Pemiliknya

Namun tidak jelas apakah oligarki memegang kendali yang cukup atas Putin untuk mendorong diakhirinya rentetan serangan Rusia yang sedang berlangsung terhadap Ukraina. Para ahli masih meragukan sejauh mana efek sanksi terhadap para miliarder Rusia.

Menerapkan sanksi terhadap oligarki Rusia mungkin cukup sulit mengingat perlindungan kuat AS atas hak properti. Douglas Rediker, seorang rekan senior nonresiden di Brookings Institution, mengatakannya.

“Saya tidak mengetahui rahasia intelijen yang tidak dirilis buat publik, tetapi sulit untuk menunjukkan hubungan spesifik antara setidaknya beberapa oligarki keuangan dan apa yang terjadi di Ukraina sekarang atas perintah Presiden Putin,” jelas Rediker.

“Itu tidak berarti bahwa perilaku mereka bersih atau dapat dibenarkan, atau mereka tidak bersalah atas berbagai tuduhan,” kata Rediker.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Rekomendasi
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
SMP Islam Amalina Raih...
SMP Islam Amalina Raih Penghargaan Most Innovative Eco Project di ESD Symposium 2026 Malaysia
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Berita Terkini
Waspadai Phishing dan...
Waspadai Phishing dan CS Palsu di Platform Kripto, Begini Modusnya
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Nasabah Mekaar Naik...
Nasabah Mekaar Naik Kelas Capai 2,5 Juta Sepanjang 2025
Jembatan Pasar Aset...
Jembatan Pasar Aset Tradisional dan Digital, ICE dan OKX Bentuk Joint Venture
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Infografis
Pentagon: China Bisa...
Pentagon: China Bisa Hancurkan Semua Kapal Induk AS dalam 20 Menit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved