Siapa Negara Penadah Gas Rusia Paling Banyak, Urutan Pertama Ada di Eropa
Jum'at, 29 April 2022 - 23:50 WIB
loading...
A
A
A
Langkah Rusia yang tidak memberikan tenggat waktu kepada negara-negara untuk mulai membayar dalam rubel dipandang sebagai upaya untuk memecah belah sekutu Barat dalam respons mereka atas Ukraina. Mayoritas atau 97% kontrak pasokan gas perusahaan Uni Eropa dengan Gazprom menetapkan pembayaran dengan mata uang euro atau dolar.
Berdasarkan data International Energy Agency (IEA), berikut daftar negara-negara yang ketergantungan gas Rusia:
1. Jerman : Ekspor gas Rusia ke negara ini mencapai 42,6 miliar meter kubik gas alam
2. Italia : 29,2 miliar meter kubik gas alam
3. Belarus : 18,8 miliar meter kubik gas alam
4. Turki : 16,2 miliar meter kubik gas
5. Belanda : 15,7 miliar meter kubik gas
6. Hongaria : 11,6
7. Kazakhstan : 10,2
8. Polandaia : 9,6
9. China : 9,2
10. Jepang : 8,8
Sementara itu Hungaria dan Slovakia keduanya mengatakan, mereka akan menggunakan metode pembayaran konversi Rusia. Sementara menteri ekonomi Jerman Robert, Habeck mengatakan, bahwa itu adalah "jalan yang jadi pilihan untuk kami".
"Ini adalah jalan yang sesuai dengan sanksi, dan sejauh yang saya pahami, perusahaan Jerman yang melakukannya dengan cara ini mematuhi kontrak mereka," katanya.
"Sebagian besar negara Uni Eropa juga mengambil pendekatan ini," sambungnya.
Eropa mendapat sekitar 40% gas alamnya dari Rusia, tetapi angka yang jauh lebih tinggi berlaku pada beberapa negara dan pengurangan pasokan yang tiba-tiba dapat berdampak besar pada ekonomi.
Berdasarkan data International Energy Agency (IEA), berikut daftar negara-negara yang ketergantungan gas Rusia:
1. Jerman : Ekspor gas Rusia ke negara ini mencapai 42,6 miliar meter kubik gas alam
2. Italia : 29,2 miliar meter kubik gas alam
3. Belarus : 18,8 miliar meter kubik gas alam
4. Turki : 16,2 miliar meter kubik gas
5. Belanda : 15,7 miliar meter kubik gas
6. Hongaria : 11,6
7. Kazakhstan : 10,2
8. Polandaia : 9,6
9. China : 9,2
10. Jepang : 8,8
Sementara itu Hungaria dan Slovakia keduanya mengatakan, mereka akan menggunakan metode pembayaran konversi Rusia. Sementara menteri ekonomi Jerman Robert, Habeck mengatakan, bahwa itu adalah "jalan yang jadi pilihan untuk kami".
"Ini adalah jalan yang sesuai dengan sanksi, dan sejauh yang saya pahami, perusahaan Jerman yang melakukannya dengan cara ini mematuhi kontrak mereka," katanya.
"Sebagian besar negara Uni Eropa juga mengambil pendekatan ini," sambungnya.
Eropa mendapat sekitar 40% gas alamnya dari Rusia, tetapi angka yang jauh lebih tinggi berlaku pada beberapa negara dan pengurangan pasokan yang tiba-tiba dapat berdampak besar pada ekonomi.
Lihat Juga :