Gebrakan Baru Putin: Bank Rusia Dilarang Berbagi Data dengan Negara-negara Tidak Bersahabat

Senin, 02 Mei 2022 - 10:01 WIB
loading...
Gebrakan Baru Putin:...
Presiden Rusia Vladimir Putin melarang bank-bank negara itu berbagi informasi mengenai klien maupun transaksi kepada negara-negara tak bersahabat. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin menandatangani undang-undang baru pada hari Minggu (1/5) yang melarang bank-bank negara itu untuk berbagi data dengan lembaga pemerintah dari negara-negara yang tidak bersahabat, yakni negara-negara yang secara ilegal memberikan sanksi kepada entitas dan individu Rusia.

Undang-undang baru itu melarang lembaga keuangan negara untuk menanggapi permintaan dari lembaga asing, termasuk badan peradilan, untuk informasi tentang klien dan transaksi mereka.

Baca Juga: Uni Eropa Akui Sanksi Ekonomi Atas Rusia Tak Berhasil

"Mulai sekarang, bank diinstruksikan untuk menolak pertanyaan tersebut, dengan alasan hukum Rusia sebagai alasan untuk tidak memproses permintaan tersebut," ungkap beleid baru tersebut seperti dikutip RT.com, Senin (2/5/2022).

Bank-bank Rusia juga harus memberi tahu bank sentral dalam waktu tiga hari bahwa negara yang masuk daftar hitam telah mencari data. Permintaan dari negara yang tidak bersahabat hanya akan dipenuhi jika bank sentral menerima persetujuan untuk itu dari lembaga pemerintah Rusia yang relevan.

Aturan baru itu diperkenalkan untuk meminimalkan risiko dari undang-undang kerahasiaan bank asing yang dapat mengancam lembaga keuangan Rusia dengan denda karena tidak memberikan informasi kepada badan pemerintah asing. Undang-undang semacam itu disahkan di AS pada awal 2021.

Baca Juga: Vladimir Putin Deklarasikan Kemenangan di Mariupol

Daftar negara-negara tidak bersahabat terhadap Rusia antara lain Amerika Serikat (AS), Inggris, Uni Eropa, Jepang, dan Australia, dan beberapa negara lain, yang telah disusun oleh pemerintah Rusia pada bulan Maret lalu.

Langkah itu merupakan tanggapan terhadap sanksi yang dijatuhkan pada Rusia setelah peluncuran operasi militernya di Ukraina pada akhir Februari. Beberapa tindakan menargetkan sektor perbankan Rusia, seperti pemutusan dari sistem pembayaran SWIFT dan pembatasan keras yang diterapkan pada bank-bank terkemuka.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
BI Rate Naik, LPS Tetap...
BI Rate Naik, LPS Tetap Tahan Tingkat Bunga Penjaminan 3,5%
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Rekomendasi
APHI Dorong Pemegang...
APHI Dorong Pemegang PBPH Manfaatkan Permenhut untuk Kembangkan Proyek Karbon
Adhyaksa FC Pindah Homebase...
Adhyaksa FC Pindah Homebase ke Kalimantan Tengah, Buka Peluang Ganti Nama Jadi Kalteng FC
Prancis Favorit, Mbappe...
Prancis Favorit, Mbappe Bidik Rekor Baru saat Hadapi Irak
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved