China Lockdown, Dampaknya ke Indonesia Bisa Bikin Ngeri
Kamis, 05 Mei 2022 - 20:53 WIB
loading...
Kebijakan lockdown China menurut pengamat lebih berimbas ke ekonomi Indonesia dibandingkan perlambatan ekonomi di Amerika Serikat (AS) dan imbas perang Ukraina-Rusia. Foto/Dok Bloomberg
A
A
A
JAKARTA - Shanghai kembali menerapkan kebijakan lockdown imbas penyebaran kasus Covid-19 yang tinggi. Sebagai pusat ekonomi di China, lockdown ini tentu berpengaruh pada kondisi ekonomi global.
Baca Juga: Shanghai Lockdown, Banyak Tak Menyadari Besarnya Dampak Ekonomi ke China
Direktur CELIOS, Bhima Yudhistira mengatakan, kebijakan ini bahkan lebih berimbas ke ekonomi Indonesia dibandingkan perlambatan ekonomi di Amerika Serikat (AS) dan imbas perang Ukraina-Rusia.Hal ini dikarenakan China memiliki kontribusi 20% terhadap tujuan ekspor non-migas Indonesia, dan 32,7% dalam hal impor.
"Jika lockdown diperluas ke berbagai kota termasuk kawasan industri strategis maka neraca dagang Indonesia bisa menurun, dalam worst scenario berubah menjadi defisit," ujar Bhima saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (5/5/2022).
Menurutnya, imbas dari lockdown di Shanghai menyebabkan pengiriman barang terganggu, tertunda dan melonjaknya biaya logistik.
Baca Juga: Khawatir Bernasib Seperti Shanghai, Hampir 21 Juta Warga Beijing Jalani Tes COVID-19
Di sisi lain, pengusaha di dalam negeri yang terimbas lockdown akan berusaha mencari sumber bahan baku dari negara lain, dimana proses ini akan ganggu seluruh rantai produksi. Pada akhirnya, konsumen akan menanggung inflasi akibat terganggunya rantai pasok.
Baca Juga: Shanghai Lockdown, Banyak Tak Menyadari Besarnya Dampak Ekonomi ke China
Direktur CELIOS, Bhima Yudhistira mengatakan, kebijakan ini bahkan lebih berimbas ke ekonomi Indonesia dibandingkan perlambatan ekonomi di Amerika Serikat (AS) dan imbas perang Ukraina-Rusia.Hal ini dikarenakan China memiliki kontribusi 20% terhadap tujuan ekspor non-migas Indonesia, dan 32,7% dalam hal impor.
"Jika lockdown diperluas ke berbagai kota termasuk kawasan industri strategis maka neraca dagang Indonesia bisa menurun, dalam worst scenario berubah menjadi defisit," ujar Bhima saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Kamis (5/5/2022).
Menurutnya, imbas dari lockdown di Shanghai menyebabkan pengiriman barang terganggu, tertunda dan melonjaknya biaya logistik.
Baca Juga: Khawatir Bernasib Seperti Shanghai, Hampir 21 Juta Warga Beijing Jalani Tes COVID-19
Di sisi lain, pengusaha di dalam negeri yang terimbas lockdown akan berusaha mencari sumber bahan baku dari negara lain, dimana proses ini akan ganggu seluruh rantai produksi. Pada akhirnya, konsumen akan menanggung inflasi akibat terganggunya rantai pasok.
Lihat Juga :