Pentingnya Sinergi Dunia dalam Pengelolaan Lahan Gambut

Jum'at, 06 Mei 2022 - 09:15 WIB
loading...
A A A
Iwan mengatakan karena gambut harus dilakukan dengan pendekatan lanskap maka penting untuk melibatkan masyarakat dalam pengelolaan gambut. “Masyarakat di desa harus mendapat pendampingan untuk peningkatan kapasitas dalam mengelola gambut dan manajemen tata airnya,” kata Iwan.

Kepala Sub Direktorat Perlindungan Gambut KLHK Muhamad Askary mengatakan, sebagai pemilik 24,6 juta hektare gambut, Indonesia berkomitmen untuk mengelola gambut secara berkelanjutan.

“Sudah ada 3,6 juta hektare lahan gambut yang dikelola perusahaan dan 49.874 hekatre yang dikelola masyarakat yang telah dipulihkan. Itu di luar pemulihan yang dilakukan oleh Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) yang sudah mencapai 900 ribu hektare,” katanya.

Askary mengungkapkan untuk memastikan restorasi gambut dilaksanakan dengan baik telah dibangun sistem informasi pemantauan air gambut secara online yang mencakup areal seluas 3,6 juta hektare. Ini merupakan sistem pemantauan air gambut terbesar di dunia.

Baca juga: Tensi Memanas, Rusia Klaim Tentara Bayaran Israel Bertempur Bersama Batalion Neo Nazi

Director of Global Forestry Reaseach Division National Institute of Forest Science Republik Korea Choi Hyung-Soon mengatakan gambut tropis penting untuk dikelola dengan lestari karena menentukan hajat hidup masyarakat global. Dengan luas mencapai 42 juta hektare di seluruh dunia dan diperkirakan menyimpan 148 giga ton karbon setara CO2, gambut adalah faktor penting dalam mitigasi bencana perubahan iklim.
(uka)
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1507 seconds (10.101#12.26)