Diskon Harga Minyak Rusia Sulit Ditolak China, Pasokan Iran Mulai Dilupakan
Rabu, 11 Mei 2022 - 08:46 WIB
loading...
A
A
A
Proyeksi awal oleh Vortexa Analytics menunjukkan, China mengimpor hampir 650.000 barel per hari minyak mentah Iran pada April, sedikit kurang dari hampir 700.000 barel per hari pada Maret.
Kpler, perusahaan analitik data lainnya, secara tentatif mematok ekspor April Iran pada posisi 575.000 barel per hari, turun dari rata-rata 840.000 barel per hari di kuartal pertama 2022, meskipun badan tersebut memperkirakan akan merevisi volume April dalam beberapa minggu mendatang.
Penyulingan minyak independen China, atau juga dikenal sebagai teko yang sebagian besar terletak di provinsi timur Shandong, adalah pembeli minyak utama Iran. Para penyuling sejak Februari mengurangi impor minyak mentah, saat mereka beroperasi di bawah setengah kapasitasnya pada April karena melonjaknya harga, kuota impor yang lebih ketat dan lockdown Covid-19 menekan margin, kata para pedagang.
"Barel Iran mulai mengalami kesulitan menemukan pembeli sejak Februari, setelah pabrik independen memotong throughput," kata Emma Li, analis China di Vortexa.
Setidaknya enam kargo minyak Iran dengan total delapan juta barel belum dapat dibongkar di pelabuhan China, yang mengapung di pelabuhan Shandong dan Zhejiang selama lebih dari tiga bulan, tambah Li.
Sebaliknya, impor minyak mentah laut China dari Rusia melonjak 16% pada April dari Maret menjadi sekitar 860.000 barel per hari, atau menyentuh level tertinggi sejak Desember lalu, menurut data Refinitiv.
Baca Juga: China Sedot 387.000 Ton Gas Alam Cair dari Rusia Saat Impor Naik 26,4%
Kpler, perusahaan analitik data lainnya, secara tentatif mematok ekspor April Iran pada posisi 575.000 barel per hari, turun dari rata-rata 840.000 barel per hari di kuartal pertama 2022, meskipun badan tersebut memperkirakan akan merevisi volume April dalam beberapa minggu mendatang.
Penyulingan minyak independen China, atau juga dikenal sebagai teko yang sebagian besar terletak di provinsi timur Shandong, adalah pembeli minyak utama Iran. Para penyuling sejak Februari mengurangi impor minyak mentah, saat mereka beroperasi di bawah setengah kapasitasnya pada April karena melonjaknya harga, kuota impor yang lebih ketat dan lockdown Covid-19 menekan margin, kata para pedagang.
"Barel Iran mulai mengalami kesulitan menemukan pembeli sejak Februari, setelah pabrik independen memotong throughput," kata Emma Li, analis China di Vortexa.
Setidaknya enam kargo minyak Iran dengan total delapan juta barel belum dapat dibongkar di pelabuhan China, yang mengapung di pelabuhan Shandong dan Zhejiang selama lebih dari tiga bulan, tambah Li.
Sebaliknya, impor minyak mentah laut China dari Rusia melonjak 16% pada April dari Maret menjadi sekitar 860.000 barel per hari, atau menyentuh level tertinggi sejak Desember lalu, menurut data Refinitiv.
Baca Juga: China Sedot 387.000 Ton Gas Alam Cair dari Rusia Saat Impor Naik 26,4%
Lihat Juga :