Pupuk Kaltim Pastikan Tidak Ada Kelangkaan di Maros
Minggu, 21 Juni 2020 - 18:02 WIB
loading...
Pupuk Kaltim memastikan stok dan ketersediaan pupuk di Maros aman. FOTO/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT Pupuk Kaltim memastikan stok dan ketersediaan pupuk bersubsidi di Desa Mattirotasi, Kecamatan Maros Baru, Maros, Sulawesi Selatan dalam kondisi aman. Hal itu ditegaskan Kepala Pemasaran Sulsel Pupuk Kaltim Rangga Yuda Putra, menanggapi pemberitaan yang menyebutkan bahwa telah terjadi kelangkaan pupuk bersubsidi di desa tersebut.
"Telah Kami lakukan klarifikasi langsung kepada Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Mattirotasi. Faktanya ternyata stok pupuk dan kebutuhan di Kecamatan Maros Baru dalamnl kondisi sangat cukup," ujarnya dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Minggu (21/6/2020).
(BACA JUGA: Petani di Kabupaten Maros Keluhkan Pupuk Subsidi yang Langka)
Dia menjelaskan, Desa Mattirotasi dilayani oleh pengecer UD Hamzah, dimana tercatat telah menyalurkan 8 ton pupuk bersubsidi kepada para petani yang telah terdaftar dalam e-RDKK. Tercatat pula, saat ini stok Urea bersubsidi tersedia sebanyak 2 ton.
"Disamping itu tersedia juga stok pupuk non subsidi sebanyak 1,3 ton, sehingga jika alokasi tidak mencukupi, maka petani dapat menggunakan alternatif pupuk non subsidi," kata dia.
"Telah Kami lakukan klarifikasi langsung kepada Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Mattirotasi. Faktanya ternyata stok pupuk dan kebutuhan di Kecamatan Maros Baru dalamnl kondisi sangat cukup," ujarnya dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Minggu (21/6/2020).
(BACA JUGA: Petani di Kabupaten Maros Keluhkan Pupuk Subsidi yang Langka)
Dia menjelaskan, Desa Mattirotasi dilayani oleh pengecer UD Hamzah, dimana tercatat telah menyalurkan 8 ton pupuk bersubsidi kepada para petani yang telah terdaftar dalam e-RDKK. Tercatat pula, saat ini stok Urea bersubsidi tersedia sebanyak 2 ton.
"Disamping itu tersedia juga stok pupuk non subsidi sebanyak 1,3 ton, sehingga jika alokasi tidak mencukupi, maka petani dapat menggunakan alternatif pupuk non subsidi," kata dia.
Lihat Juga :