Pembiayaan Properti Berbasis Syariah jadi Alternatif Menarik untuk Beli Rumah
Minggu, 15 Mei 2022 - 15:15 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Memiliki rumah merupakan impian semua orang terutama yang sudah berkeluarga. Namun, kepemilikan properti , baik berupa rumah, apartemen, rukan, atau ruko, membutuhkan nilai investasi cukup besar.
Merujuk data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) per 2019 atau sebelum pandemi, sebanyak 81 juta orang dari kalangan generasi muda belum memiliki rumah sendiri.
Dari data tersebut, 24,92% belum mampu secara finansial dan 17,27% bahkan belum mampu membayar uang muka (DP).
Sementara itu, mengutip laporan ‘Indonesia Property Market Report’ dari Rumah.com, indeks permintaan dan suplai properti melonjak secara berdampingan, sehingga indeks harga properti tetap terkendali pada kuartal pertama 2022.
Laporan yang sama juga mengungkap 52% pencarian hunian di situs Rumah.com adalah dalam bentuk rumah ataupun apartemen dengan kisaran harga lebih dari Rp1 miliar.
Baca juga: Pelopor Green Banking, BNI Agresif Salurkan Pembiayaan Hijau
Dengan indeks permintaan yang sehat, pemilik lahan dan pengembang kian optimistis untuk menaikkan harga jual rumah, khususnya hingga setelah paruh pertama 2022.
Merujuk data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) per 2019 atau sebelum pandemi, sebanyak 81 juta orang dari kalangan generasi muda belum memiliki rumah sendiri.
Dari data tersebut, 24,92% belum mampu secara finansial dan 17,27% bahkan belum mampu membayar uang muka (DP).
Sementara itu, mengutip laporan ‘Indonesia Property Market Report’ dari Rumah.com, indeks permintaan dan suplai properti melonjak secara berdampingan, sehingga indeks harga properti tetap terkendali pada kuartal pertama 2022.
Laporan yang sama juga mengungkap 52% pencarian hunian di situs Rumah.com adalah dalam bentuk rumah ataupun apartemen dengan kisaran harga lebih dari Rp1 miliar.
Baca juga: Pelopor Green Banking, BNI Agresif Salurkan Pembiayaan Hijau
Dengan indeks permintaan yang sehat, pemilik lahan dan pengembang kian optimistis untuk menaikkan harga jual rumah, khususnya hingga setelah paruh pertama 2022.
Lihat Juga :