Geliat Bisnis Bioskop

Selasa, 17 Mei 2022 - 16:25 WIB
loading...
Geliat Bisnis Bioskop
Bisnis bioskop kini mulai menggeliat lagi setelah dua tahun terdampak pandemi Covid-19. FOTO/WIN CAHYONO
A A A
JAKARTA - Bisnis bioskop Tanah Air kembali menggeliat setelah dua tahun mati suri. Kondisi ini memberikan napas baru bagi pelaku usaha yang perlahan mulai merasakan dampak dari pulihnya ekonomi pascapandemi .

Momentum kebangkitan bioskop sejalan dengan pelonggaran protokol kesehatan, meski masih dalam masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Pemerintah memperbolehkan bioskop buka dengan kapasitas hingga 75%, jauh lebih tinggi dibanding sebelumnya yang hanya 25-50%.

Memang, geliat bisnis layar lebar saat ini belum sepenuhnya kembali ke masa sebelum Covid-19. Fokus awal di industri ini baru diarahkan untuk memulihkan operasional guna menutupi keuangan yang sebelumnya babak belur. Namun, paling tidak, muncul harapan dunia perfilman bisa kembali bangkit.

Baca juga: Menengok Lokasi Syuting Desa Penari dalam Film KKN Desa Penari

Kehadiran film-film baru yang banyak dibicarakan masyarakat juga turut menjadi daya ungkit untuk membangkitkan optimisme industri film. Sebut saja film KKN di Desa Penari yanghingga Senin (16/05) mampu menyedot 5 juta penonton lebih sejak pertama kali tayang pada 30 April lalu.

Film lain yang banyak diminati adalahDoctor Strange 2: in the Multiverse of Madness. Jumlah penonton film besutan Marvel Cinematic Universe itu telah mencapai 3 juta orang sejak tayang perdana di Indonesia pada 5 Mei lalu.

Ketua Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) Djonny Syafruddin mengakui, melonjaknya jumlah masyarakat yang datang ke bioskop pada libur Lebaran ini tentu menjadi sinyal bagus. Betapa tidak, selama dua tahun intensitas menonton di bioskop menurun tajam. Sebelum pandemi Covid-19 jumlah penonton di bioskop bisa mencapai 51 juta orang. Saat pandemi, jumlahnya ambruk. Pada 2020 jumlah penonton hanya sekitar 12 juta dan 2021 tidak lebih dari 4 juta orang.

Djonny menjelaskan, jumlah penonton bioskop akan memberikan efek domino pada sektor bisnis lain. Pertama, para produsen film beserta para pemeran dan kru yang terlibat. Selama pandemi para pelaku perfilman mengurangi jumlah produksi dan memilih menjual filmnya ke layananover the top(OTT).

Head of Corporate Communications & Brand Management Cinema XXI Dewinta Hutagaol mengungkapkan kegembiraannya antusiasme para pencinta film di momen Lebaran tahun ini. Dia menandaskan, peningkatan jumlah penonton sudah terlihat pada 2021, di mana sejumlah film nasional kembali hadir di layar bioskop Tanah Air.

Meskipun belum kembali ke masa sebelum pandemi, yang rata-rata penjualannya 405.000 tiket per satu film, kondisinya perlahan sudah kembali pulih. Hal ini terjadi karena peran penting dari sejumlahstakeholderdan masyarakat yan‎g semakin patuh menjalankan protokol kesehatan. ‘’Semakin membaiknya penanganan pandemi oleh pemerintah juga berbagai inisiasi aktif yang dilakukan oleh pemerintah, termasuk kegiatan kampanye 'Kembali ke Bioskop' serta bantuan pemulihan ekonomi nasional (PEN) bagi industri perfilman nasional menjadikan kondisi bioskop kembali pulih,’’ tuturnya.

Peneliti pada Institute for Development of Economic and Finance (Indef) Agus Herta Sumarto mengatakan, mulai bangkitnya industri film saat ini dilihat sebagai fenomena euforia pascapembatasan kegiatan dan aktivitas masyarakat. Pelonggaran kegiatan masyarakat ini seolah-olah menjadi pengobat rasa rindu masyarakat terhadap berbagai kegiatan bersenang-senang yang selama ini dibatasi.

”Dapat dilihat bahwa fenomena meningkatnya konsumsi masyarakat untuk kegiatan-kegiatanpleasuretersebut hampir di semua sektor hiburan. Jadi, bukan hanya industri bioskop yang mengalami peningkatan, sektor pariwisata, hotel, restoran, dan hiburan mengalami peningkatan yang sangat signifikan,’’ katanya.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menegaskan, dorongan kementeriannya atas geliat industri perfilman di Indonesia mulai terasa, setelah diterpa pandemi Covid-19. Kemenparekraf berupaya memfasilitasi, memperluas jaringan parafilmmaker, mendukung komunitas film lokal, dan melahirkan generasi baru yang akan menjadi motor penggerak bagi industri kreatif di Indonesia dengan menggelar berbagai program untuk industri film.

Berbagai ajang ini juga bisa dijadikan wadah bagi para pelaku film di daerah untuk menghasilkan karya-karya orisinal yang berkualitas sehingga memiliki nilai jual dan mampu bersaing di kancah nasional, bahkan internasional. "Kita manfaatkan momen ini dengan sebaik-baiknya agar menjadi solusi di tengah keterbatasan. Bersama kita berkreasi, menciptakan karya-karya hebat dan bermanfaat supaya lapangan kerja bisa terbuka untuk masyarakat luas," ujar Sandiaga kepadaKORAN SINDOdi Jakarta, Senin (16/5) malam.

Baca selengkapnya di e-paper koran-sindo.com
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Cinépolis Cinemas Indonesia...
Cinépolis Cinemas Indonesia Raih Sertifikasi™ Great Place To Work® 2025
Libatkan Industri Kripto,...
Libatkan Industri Kripto, Film 13 Bomb di Jakarta Duduki Peringkat Pertama Netflix
Rugi Bioskop CGV Bengkak...
Rugi Bioskop CGV Bengkak 152,80% Jadi Rp37,49 Miliar di Kuartal III 2023
Incar Dana Rp2,4 Triliun,...
Incar Dana Rp2,4 Triliun, Ini Alasan Cinema XXI Tayang di Lantai Bursa
Kerugian Susut 59% jadi...
Kerugian Susut 59% jadi Rp20,69 Miliar, Pengelola CGV Tambah Bioskop Baru
KKN di Desa Penari Tembus...
KKN di Desa Penari Tembus 9 Juta Penonton, Laba FILM Ikut Meroket 244%
Komisi VII DPR Usul...
Komisi VII DPR Usul 1.000 Bioskop Desa dari APBN 2027
Promosinya Diprotes,...
Promosinya Diprotes, Jumlah Penonton Film 'Aku Harus Mati' Anjlok?
Rustini Muhaimin Dorong...
Rustini Muhaimin Dorong Film Jadi Media Edukasi bagi Anak dan Keluarga
Rekomendasi
Dina Masyusin Salurkan...
Dina Masyusin Salurkan Bantuan Kursi Roda untuk Warga Rawa Buaya
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
DPR Sesalkan Anggaran...
DPR Sesalkan Anggaran Komnas HAM yang Substantif Hanya 6 Persen, Sisanya Administratif
Berita Terkini
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Pascadamai AS-Iran:...
Pascadamai AS-Iran: Kapal Raksasa Ini Tembus Selat Hormuz, Krisis Energi Global Mulai Mereda?
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
JustMarkets Luncurkan...
JustMarkets Luncurkan Trading Saham SpaceX untuk Klien
Infografis
Birokrasi Rumit, Banyak...
Birokrasi Rumit, Banyak Bisnis Hengkang dari Uni Eropa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved