Harga Pertalite dan LPG 3 Kg Jadi Naik? Simak Penjelasan Pertamina
Rabu, 18 Mei 2022 - 12:02 WIB
loading...
Pekerja saat menurunkan tabung gas ukuran 3 kilogram di agen gas kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu (6/4/2022). FOTO/SINDOnews/Aldi Chandra
A
A
A
JAKARTA - Harga Pertalite dan LPG 3 kilogram (kg) diwacanakan akan mengalami kenaikan bertahap dalam waktu dekat. Namun demikian, hingga kini kebijakan meredam gejolak harga minyak dunia tersebut masih belum juga digulirkan lantaran belum mendapatkan restu dari pemerintah.
"Pertalite dan LPG 3 kg merupakan bahan bakar bersubsidi, penentuan harga merupakan wewenang pemerintah," ujar Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting saat dihubungi MNC Portal Indonesia, di Jakarta, Rabu (18/5/2022).
Baca Juga: Tak Hanya Tarif Listrik, Harga Pertalite dan LPG 3 Kg Akan Naik
Irto tidak ingin berspekulasi terkait penyesuaian harga tersebut. Pihaknya juga menolak berkomentar ketika ditanya apakah sudah ada diskusi kenaikan harga di tubuh internal Pertamina atau belum. "Kita ikut sesuai arahan dari Pemerintah," ungkapnya.
Sebelumnya, diberitakan bahwa pemerintah berencana menaikkan harga sejumlah komoditas energi. Hal ini tertuang dalam strategi jangka pendek, menengah dan panjang pemerintah merespons tingginya harga minyak global.
Tarif listrik, BBM subsidi dan non subsidi hingga LPG akan mengalami penyesuaian harga. Meski begitu, tidak dirinci kapan kenaikan harga ini berlaku.
"Pertalite dan LPG 3 kg merupakan bahan bakar bersubsidi, penentuan harga merupakan wewenang pemerintah," ujar Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Irto Ginting saat dihubungi MNC Portal Indonesia, di Jakarta, Rabu (18/5/2022).
Baca Juga: Tak Hanya Tarif Listrik, Harga Pertalite dan LPG 3 Kg Akan Naik
Irto tidak ingin berspekulasi terkait penyesuaian harga tersebut. Pihaknya juga menolak berkomentar ketika ditanya apakah sudah ada diskusi kenaikan harga di tubuh internal Pertamina atau belum. "Kita ikut sesuai arahan dari Pemerintah," ungkapnya.
Sebelumnya, diberitakan bahwa pemerintah berencana menaikkan harga sejumlah komoditas energi. Hal ini tertuang dalam strategi jangka pendek, menengah dan panjang pemerintah merespons tingginya harga minyak global.
Tarif listrik, BBM subsidi dan non subsidi hingga LPG akan mengalami penyesuaian harga. Meski begitu, tidak dirinci kapan kenaikan harga ini berlaku.
Lihat Juga :