Sambangi Daerah Penghasil Nikel Terbesar di Indonesia, Wapres Ingatkan Bijak Kelola SDA
Kamis, 19 Mei 2022 - 15:14 WIB
loading...
Wapres Maruf Amin menghadiri peletakan batu pertama di Kawasan Industri Nusantara Industri Sejati (NIS) Konawe Utara, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto/MPI/Binti Mufarida
A
A
A
KONAWE UTARA - Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin mengatakan bahwa Konawe Utara di Sulawesi Tenggara (Sultra) merupakan salah satu penghasil nikel terbesar di Indonesia.
Hal itu diungkapkan Wapres saat peletakan batu pertama di Kawasan Industri Nusantara Industri Sejati (NIS) Konawe Utara, Sultra.
“Allah SWT menganugerahi Indonesia dengan kekayaan sumber daya alam (SDA) di setiap jengkal tanahnya. Salah satunya merupakan komoditas dengan cadangan terbesar di dunia, yaitu nikel. Bahkan saat ini kita berdiri di atas wilayah penghasil nikel terbesar di Indonesia,” kata Wapres di Konawe Utara, Sultra (19/5/2022).
Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin Minta Pengurus Tidak Bawa MUI dalam Agenda Politik 2024
Wapres pun mengungkapkan berdasarkan data Kementerian ESDM, cadangan nikel Indonesia sebesar 72 juta ton atau mencapai 52% dari total cadangan nikel dunia pada 2020.
“Ini artinya Indonesia memegang peranan sangat penting dalam penyediaan bahan baku produk nikel dunia,” tuturnya.
Namun, kata Wapres, negara dengan SDA yang berlimpah, apabila tidak bijak mengurusnya, justru berpotensi mengalami kemerosotan ekonomi.
Hal itu diungkapkan Wapres saat peletakan batu pertama di Kawasan Industri Nusantara Industri Sejati (NIS) Konawe Utara, Sultra.
“Allah SWT menganugerahi Indonesia dengan kekayaan sumber daya alam (SDA) di setiap jengkal tanahnya. Salah satunya merupakan komoditas dengan cadangan terbesar di dunia, yaitu nikel. Bahkan saat ini kita berdiri di atas wilayah penghasil nikel terbesar di Indonesia,” kata Wapres di Konawe Utara, Sultra (19/5/2022).
Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin Minta Pengurus Tidak Bawa MUI dalam Agenda Politik 2024
Wapres pun mengungkapkan berdasarkan data Kementerian ESDM, cadangan nikel Indonesia sebesar 72 juta ton atau mencapai 52% dari total cadangan nikel dunia pada 2020.
“Ini artinya Indonesia memegang peranan sangat penting dalam penyediaan bahan baku produk nikel dunia,” tuturnya.
Namun, kata Wapres, negara dengan SDA yang berlimpah, apabila tidak bijak mengurusnya, justru berpotensi mengalami kemerosotan ekonomi.
Lihat Juga :