Rapid Test Berbayar, Core: Serapan Anggaran Covid Belum Optimal

Senin, 22 Juni 2020 - 12:58 WIB
loading...
Rapid Test Berbayar,...
Petugas medis mengambil sampel darah pengguna kendaraan pada pelaksaanaan rapid test secara drive thru di sebuah rumah sakit swasta. Foto/Dok SINDOphoto/Isra Triansyah
A A A
JAKARTA - Hingga kini masyarakat harus membayar jika ingin rapid test Covid-19. Di sisi lain, pemerintah sudah menggelontorkan ratusan triliun untuk menanggulangan Covid-19. Ekonom Center of Reform on Economic (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai serapan anggaran kesehatan untuk penanganan Covid-19 belum optimal.

Padahal, mestinya pemerintah bisa menyalurkan anggaran untuk rapid test Covid-19 untuk mencakup 10% populasi penduduk Indonesia. "Menurut hitungan kasar saya, setidaknya pemerintah bisa menyalurkan anggaran untuk tes Covid-19 untuk mencakup 10% dari jumlah penduduk Indonesia. Hal ini mengambil contoh negara-negara lain yang melakukan tes dengan rasio yang sama," kata Yusuf saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Senin (22/6/2020).

Dia melanjutkan, peningkatan anggaran ini sebenarnya sudah mencakup penyediaan ventilator, alat pelindung diri (APD), test kit, hingga insentif bagi perawat. Namun, dengan asumsi penduduk Indonesia 270 juta penduduk, maka 10% dari jumlah total penduduk itu sekitar 27 juta. Dengan asumsi biaya swab test itu mencapai 1,5 juta per orang maka setidaknya anggaran yang diperlukan pemerintah berada di kisaran Rp40 triliun. (Baca juga : Rapid Test Massal, Bisnis Anyar yang Menggiurkan )

"Tentu jika rasio jumlah penduduk mau dinaikan, anggaran ini berpotensi meningkat. Disamping masalah tes, hal lain yang tidak kalah penting sebenarnya penyaluran dari anggaran kesehatan ini. Pengajuan dan verifikasi yang diajukan oleh Kementerian Kesehatan dan BNPB perlu lebih cepat," katanya. (Baca juga: Rapid Test Harus Bayar, KH Cholil Nafis: Kemana Uang Triliunan Rupiah Itu?)

Senada, Ekonom Core Piter Abdullah mengatakan dalam rangka penanggulangan wabah, pengadaan alat tes merupakan hal penting. Hal lain yang tak kalah penting adalah pembangunan dan kelengkapan sarana rumah sakit untuk menangani mereka yang positif terkena virus Covid-19. "Jadi menurut saya anggaran tersebut tidak dimaksudkan untuk melakukan tes massal secara gratis," katanya. (Lihat grafis: WHO Berharap Dua Miliar Vaksin Covid-19 Tersedia Tahun Depan)

Sebelumnya, Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan Askolani mengatakan, pemerintah telah menganggarkan dana Rp695,2 triliun untuk penanganan Covid-19, di mana sebesar Rp87,55 triliun ditujukan untuk anggaran kesehatan. Anggaran tersebut sudah termasuk untuk keperluan rapid test massal.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wabah HMPV Merebak di...
Wabah HMPV Merebak di China: Akankah Jadi Pandemi Berikutnya setelah Covid-19?
Berkat Gas dan Rem Jokowi,...
Berkat 'Gas dan Rem' Jokowi, Indonesia Selamat dari Badai Krisis Ekonomi
Restrukturisasi Kredit...
Restrukturisasi Kredit Covid BNI Turun Jadi Rp25,8 T per Maret 2024
Bauran EBT Masih Jauh...
Bauran EBT Masih Jauh dari Target, Menteri ESDM Salahkan Covid
Status Pandemi Covid-19...
Status Pandemi Covid-19 Dicabut, Jokowi Optimistis Ekonomi Meningkat
3 Tahun Pandemi Covid-19,...
3 Tahun Pandemi Covid-19, Ini 5 Bisnis yang Bersinar dan Redup
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Hadiri Konsolidasi Nasional...
Hadiri Konsolidasi Nasional MBG, Ketum Garuda Komitmen Wujudkan Generasi Emas 2045
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
Preview Timnas Indonesia...
Preview Timnas Indonesia vs Oman: Rizky Ridho Jadi Kapten, Calvin Verdonk Siap Tampil
Berita Terkini
Diganjar Rating Negatif...
Diganjar Rating Negatif dari Moody's, Danantara Bilang Begini
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp11.000 per Gram, Ini Rincian Lengkapnya
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Hijau Sesaat, Lalu Ambruk Lebih dari 1%
Dirut BRI Hery Gunardi:...
Dirut BRI Hery Gunardi: Adopsi AI Jadi Kunci Perbankan Pertahankan Nasabah
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
Infografis
10 Negara dengan Anggaran...
10 Negara dengan Anggaran Pertahanan Tertinggi pada 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved