Eropa Masih Bingung Bagaimana Cara Bayar ke Rusia, Harga Gas Stop Melemah

Kamis, 19 Mei 2022 - 21:47 WIB
loading...
Eropa Masih Bingung...
Penurunan harga gas alam dalam dua hari beruntun berhenti, ketika Uni Eropa (UE) masih kebingungan bagaimana cara membayar gas Rusia untuk mengamankan pasokan. Foto/Dok
A A A
BRUSELLS - Penurunan harga gas alam dalam dua hari beruntun berhenti, ketika Uni Eropa (UE) masih kebingungan bagaimana cara membayar gas Rusia untuk mengamankan pasokan. Harga Benchmark berjangka Belanda bulan depan bertahan 1,4% lebih tinggi pada 94,18 euro per megawatt-jam setelah berfluktuasi antara keuntungan dan kerugian yang lebih besar pada hari sebelumnya.

Hal serupa juga terjadi di Inggris dengan kenaikan 7,5%. Sinyal campuran telah muncul dari Brussels dalam beberapa hari terakhir karena masalah pembayaran.

Baca Juga: Vatikan Dikabarkan Beli Gas Rusia Pakai Rubel, Benarkah?

Rusia, penyedia terbesar gas Uni Eropa telah menuntut agar pasokan dibeli dalam rubel melalui sistem yang memungkinkan mata uang dikonversi dari euro atau dolar. Tetapi perusahaan-perusahaan Eropa khawatir bahwa hal itu mungkin melanggar sanksi yang dikenakan pada Rusia setelah invasinya ke Ukraina.

Uni Eropa telah mengeluarkan dua panduan tentang masalah ini, salah satunya meninggalkan ruang untuk interpretasi. Untuk saat ini, beberapa raksasa gas termasuk Eni SpA Italia dan Uniper SE Jerman berharap dapat terus membeli dari Rusia.

Sementara itu Komisi Eropa sejauh ini belum mengeluarkan apapun secara tertulis yang secara eksplisit mencegah perusahaan membayar Gazprom PJSC Rusia dengan cara yang dianggap memuaskan oleh perusahaan. Tetapi juru bicara komisi Eric Mamer, pada hari Selasa mengatakan, membuka rekening dalam rubel akan melampaui rekomendasi Uni Eropa.

Sementara itu, tagihan untuk bahan bakar Rusia akan segera jatuh tempo. Eni berencana untuk membuka rekening dalam rubel dan euro dengan Gazprombank sehingga dapat melakukan pembayaran tepat waktu bulan ini dan menghindari risiko tersendatnya pasokan gas, menurut sumber terdekat perusahaan.

Uniper akan membayar gas dalam euro ke rekening Gazprombank untuk memastikan "pemenuhan kontrak tepat waktu" di pihak perusahaan, seperti disampaikan seorang juru bicara pada hari Selasa. Utilitas itu mengatakan tetap berkomunikasi dengan pemerintah Jerman mengenai prosedur pembayaran.

Baca Juga: Putin: Negara Tak Bersahabat Bayar Gas Rusia dengan Rubel

Seperti dilansir Bloomberg, Rusia telah memotong aliran gas ke Polandia dan Bulgaria karena masalah pembayaran, dan pekan lalu pengiriman melalui Ukraina dibatasi di tengah pertempuran pada bagian timur negara itu.

Pasokan melalui Ukraina ditetapkan bakal tetap diredam. Aliran melalui pipa Nord Stream ke Jerman, penghubung terbesar yang mengirimkan gas Rusia ke UE, diperkirakan akan tetap stabil yang bahkan mendekati kapasitas penuh.

Harga gas Eropa sendiri telah jatuh dalam beberapa hari terakhir di tengah cuaca yang lebih hangat dan meningkatnya tingkat penyimpanan. Pengiriman gas alam cair juga telah tiba di wilayah tersebut ketika Uni Eropa bergerak untuk mengurangi ketergantungannya pada Rusia.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga LNG Naik Turun...
Harga LNG Naik Turun Mengacu Harga Minyak Dunia
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Ekspor Minyak Venezuela...
Ekspor Minyak Venezuela Melesat jadi 1,25 Juta Barel per Hari, AS hingga Eropa Rebutan
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Teken Kerja Sama Hukum,...
Teken Kerja Sama Hukum, Indonesia dan Rusia Perkuat Mutual Legal Assistance
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Rekomendasi
Tilep Rp2 Miliar, Mantan...
Tilep Rp2 Miliar, Mantan Ketua PN Kudus Dipecat
Di Tengah Popularitasnya,...
Di Tengah Popularitasnya, Arcelly Idol Ternyata Masih Bergantung pada Benda Ini
Apa Itu PCOS? Ini Gejala,...
Apa Itu PCOS? Ini Gejala, Penyebab, dan Dampaknya terhadap Kesuburan Wanita
Berita Terkini
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Logo Koperasi dalam...
Logo Koperasi dalam Iklan Air Mineral Dinilai Bisa Membingungkan Konsumen
KPR Rumah Subsidi Bisa...
KPR Rumah Subsidi Bisa Dicicil hingga 40 Tahun, Bunga Tetap 5%
RPN dan BPDP Latih Keterampilan...
RPN dan BPDP Latih Keterampilan Panen Sawit Rakyat di Sumsel
Harga LNG Naik Turun...
Harga LNG Naik Turun Mengacu Harga Minyak Dunia
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Infografis
Pertama Kalinya, Ukraina...
Pertama Kalinya, Ukraina Gunakan Bom JDAM-ER ke Militer Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved