Mengenal Lebih Dekat Apa Itu IMF, Sejarah dan Alasan Kehadirannya

Jum'at, 20 Mei 2022 - 06:25 WIB
loading...
A A A
IMF mulai beroperasi pada tahun 1945 dengan jumlah negara yang menjadi anggota sebanyak 29 negara. Dilansir dari laman resmi IMF disebutkan, misi utama bila dilihat dari sejarah IMF yakni untuk memastikan stabilitas sistem moneter internasional.

Sistem moneter tersebut termasuk di dalamnya nilai tukar dan sistem pembayaran internasional yang memungkinkan sebuah negara dan warga negaranya untuk melakukan transaksi antara satu dengan yang lainnya. Dolar dapat ditukarkan dengan emas senilai USD35 per ounce pada saat itu.

Sejak sistem Bretton Woods runtuh pada 1970-an, IMF telah mempromosikan sistem nilai tukar mengambang, yang berarti bahwa kekuatan pasar menentukan nilai mata uang relatif terhadap satu sama lain. Sistem ini tetap ada sampai sekarang.

Metode utama IMF untuk mencapai tujuannya adalah memantau peningkatan kapasitas dan pinjaman. IMF juga memberikan masukan terkait dengan kebijakan makroekonomi di sebuah negara. Di mana kebijakan tersebut bakal berpengaruh terhadap nilai tukar, anggaran negara, nilai uang, serta manajemen kredit.

IMF pun memberikan bantuan teknis, pelatihan, dan saran kebijakan kepada negara-negara anggota melalui program peningkatan kapasitasnya. Program-program ini termasuk pelatihan dalam pengumpulan dan analisis data, yang dimasukkan ke dalam proyek IMF untuk memantau ekonomi nasional dan global.

Pinjaman dan Sumber Dana IMF

IMF memberikan pinjaman kepada negara-negara yang mengalami kesulitan ekonomi untuk mencegah atau mengurangi krisis keuangan. Anggota menyumbangkan dana berdasarkan sistem kuota. Nantinya, dana tersebut bisa dimanfaatkan oleh negara lain yang tengah menghadapi krisis atau kesulitan dalam mengelola neraca pembayaran.

Baca Juga: IMF Memperingatkan Bahaya Mata Uang Kripto di Pasar Negara Berkembang

Sumber dana IMF lainnya yakni dari pinjaman multilateral dan bilateral. Saat ini, keseluruhan total dana cadangan yang dikelola IMF adalah sekitar 707 miliar SDR atau sekitar USD1 triliun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
AllianzGI Sebut Pasar...
AllianzGI Sebut Pasar Global Masih Resilien, Seleksi Aset Jadi Kunci di Tengah Ketidakpastian
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Bos IMF Peringatkan...
Bos IMF Peringatkan Dunia Tak Akan Pernah Normal Lagi: Bersiap Hadapi Gelombang Krisis Baru
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
IMF, Bank Dunia, dan...
IMF, Bank Dunia, dan IEA Ketar-ketir Kelangkaan BBM di Depan Mata
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Mitigasi Krisis
Mitigasi Krisis
Rekomendasi
Iran dan Oman Selesaikan...
Iran dan Oman Selesaikan Kesepakatan Hormuz, Tanpa Peran AS pada Masa Depan Selat
Keutamaan Bismillah...
Keutamaan Bismillah yang Jarang Diketahui, Dosa Diampuni dan Amal Kebaikan Dilipatgandakan
Pengadaan Gembok Lapas...
Pengadaan Gembok Lapas Rp92,5 M, Ditjenpas: Bukan Gembok Biasa dan Dirancang Khusus
Berita Terkini
Komut Pertamina Salurkan...
Komut Pertamina Salurkan Seragam Sekolah bagi 200 Anak Prasejahtera di Banyuwangi
Jababeka Infrastruktur...
Jababeka Infrastruktur Raih 6 Penghargaan TJSLP/CSR Awards 2026 dari Pemkab Bekasi
IHSG Lesu dalam Sepekan,...
IHSG Lesu dalam Sepekan, Cermati Saham-saham yang Cuan dan Boncos
Pertamina Pastikan Kesiapan...
Pertamina Pastikan Kesiapan Pasokan Energi di Ujung Timur Jawa
Bittime: Perkembangan...
Bittime: Perkembangan Regulasi Bisa Jadi Penopang Pasar Kripto di Semester II-2026
Krisis Keuangan, PBB...
Krisis Keuangan, PBB Terancam Bangkrut
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved