Tepis Isu IKN Minim Pendanaan, Luhut: Arab Investasi USD20 Miliar

Minggu, 22 Mei 2022 - 10:15 WIB
loading...
Tepis Isu IKN Minim Pendanaan, Luhut: Arab Investasi USD20 Miliar
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur menarik minat besar dari investor mancanegara. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) baru di Kalimantan Timur (Kaltim) menarik minat besar dari investor mancanegara.

Dia pun menegaskan, tidak benar jika dibilang pembangunan IKN minim pendanaan. Luhut menyebut, sejumlah negara sudah berinvestasi untuk IKN, salah satunya Uni Emirat Arab (UEA) yang nilai investasinya bahkan mendekati USD20 miliar.

“Saya sudah bertemu Mohammed Bin Salman, putera mahkota Kerajaan Arab Saudi, yang menyatakan akan berinvestasi sangat besar. Selain itu, UEA melalui Indonesian Investment Fund juga menyiapkan investasi USD20 miliar,” ungkap Luhut pada Perayaan Dies Natalis ke-60 Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (Gamki), dikutip Minggu (22/5/2022).

Baca juga: Kendaraan Nir-Awak Bakal Jadi Tulang Punggung Transportasi Publik di IKN

Luhut juga menggarisbawahi bahwa ibu kota baru Nusantara diperuntukkan bagi generasi muda yang menikmatinya di masa mendatang.

Bentuknya juga tak akan kalah dengan pembangunan kota modern Neom di Arab Saudi, Dubai di Uni Emirat Arab, serta Shenzhen di Tiongkok.



“IKN will be ‘world-class city for all’. Sudah banyak pihak memberi hormat atas konsep kita membangun ibu kota baru,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor yang turut hadir pada acara Perayaan Dies Natalis ke-60 membeberkan keunggulan Kaltim sehingga ditetapkan oleh Presiden Jokowi sebagai Ibu Kota baru. Salah satunya, karena Kaltim memiliki ketataan moralitas kepada bangsa Indonesia.

Baca juga: Bukan Hanya Batu Bara, Ini Harta Karun yang Terkandung di Perut Bumi IKN Nusantara
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1653 seconds (11.97#12.26)