Dua Harta Karun Indonesia yang Banyak Diobral ke Asing
Senin, 23 Mei 2022 - 21:44 WIB
loading...
A
A
A
KPC mengeklaim sebagai salah satu perusahaan yang mengelola open-pit terbesar di dunia dengan luas 84.938 hektare dengan produksi sekitar 61 juta ton yang berpusat di Sangatta, Kalimantan Timur.
Kemudian ada PT Adaro Indonesia, entitas dari PT Adaro Energy Tbk dengan kepemilikan saham mencapai 88,47%. Adaro Indonesia mempunyai operasi pertambangan batu bara terbesar dalam Adaro Group dengan produksi mencapai 32,70 juta ton batu bara hingga September 2021. Sampai 30 September 2021, Adaro Indonesia mempunyai laba mencapai USD23,89 juta.
Baca juga: Video Viral Sopir Pajero Aniaya Pengemudi Toyota Yaris Berujung Damai
Berikutnya ada PT Kideco Jaya Agung yang merupakan entitas dari PT Indika Energy Tbk dengan kepemilikan saham mencapai 91%. Perusahaan ini mengoperasikan enam tambang yang terletak di Kalimantan Timur dengan luas 47.500 hektare. Total produksi batu bara Kideco Jaya Agung ini mencapai 27,1 juta ton dengan total pendapatan hingga kuartal III-2021 mencapai USD1,48 miliar.
Kemudian ada PT Adaro Indonesia, entitas dari PT Adaro Energy Tbk dengan kepemilikan saham mencapai 88,47%. Adaro Indonesia mempunyai operasi pertambangan batu bara terbesar dalam Adaro Group dengan produksi mencapai 32,70 juta ton batu bara hingga September 2021. Sampai 30 September 2021, Adaro Indonesia mempunyai laba mencapai USD23,89 juta.
Baca juga: Video Viral Sopir Pajero Aniaya Pengemudi Toyota Yaris Berujung Damai
Berikutnya ada PT Kideco Jaya Agung yang merupakan entitas dari PT Indika Energy Tbk dengan kepemilikan saham mencapai 91%. Perusahaan ini mengoperasikan enam tambang yang terletak di Kalimantan Timur dengan luas 47.500 hektare. Total produksi batu bara Kideco Jaya Agung ini mencapai 27,1 juta ton dengan total pendapatan hingga kuartal III-2021 mencapai USD1,48 miliar.
(uka)
Lihat Juga :