Wabah PMK Meluas, Kerugian Ditaksir Hampir Rp10 Triliun
Selasa, 24 Mei 2022 - 19:04 WIB
loading...
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di kandang penampungan UPT Rumah Potong Hewan (RPH) Ciroyom, Bandung, Jawa Barat, Rabu (18/5/2022). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/wsj
A
A
A
JAKARTA - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjangkiti hewan ternak seperti sapi kini telah menyebar di 16 provinsi di Indonesia.
Sebelumnya, seperti yang diumumkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan), virus PMK hanya ada di dua provinsi yaitu Aceh dan Jawa Timur.
Direktur kesehatan Hewan Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Ira Firgorita mengatakan, wabah PMK telah menyebabkan dampak ekonomi untuk Indonesia.
Baca juga: Epidemiologis Nilai Tepat Kebijakan Penanganan PMK Pemerintah
"Penyakit ini menyebabkan kerugian yang sangat besar. Pasti ada penurunan produktivitas, misal penurunan produksi daging, susu, hingga kematian hewan," ujarnya dalam Webinar bersama Kadin, Selasa (24/5/2022).
Saat wabah PMK muncul, kata Ira, otomatis pemerintah melakukan langkah-langkah mitigasi dengan cara melakukan pembatasan aktivitas lalu lintas hewan ternak.
Pasalnya, virus PMK sangat cepat dan mudah untuk menyebar, bahkan bisa melalui udara dan kontak fisik. Hal tersebut praktis bakal mempengaruhi tata niaga hewan ternak.
Sebelumnya, seperti yang diumumkan oleh Kementerian Pertanian (Kementan), virus PMK hanya ada di dua provinsi yaitu Aceh dan Jawa Timur.
Direktur kesehatan Hewan Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Ira Firgorita mengatakan, wabah PMK telah menyebabkan dampak ekonomi untuk Indonesia.
Baca juga: Epidemiologis Nilai Tepat Kebijakan Penanganan PMK Pemerintah
"Penyakit ini menyebabkan kerugian yang sangat besar. Pasti ada penurunan produktivitas, misal penurunan produksi daging, susu, hingga kematian hewan," ujarnya dalam Webinar bersama Kadin, Selasa (24/5/2022).
Saat wabah PMK muncul, kata Ira, otomatis pemerintah melakukan langkah-langkah mitigasi dengan cara melakukan pembatasan aktivitas lalu lintas hewan ternak.
Pasalnya, virus PMK sangat cepat dan mudah untuk menyebar, bahkan bisa melalui udara dan kontak fisik. Hal tersebut praktis bakal mempengaruhi tata niaga hewan ternak.
Lihat Juga :