Berawal dari Kopi, Belanda Ketagihan Keruk Harta Karun RI

Selasa, 24 Mei 2022 - 19:17 WIB
loading...
A A A
Pemerintah Hindia Belanda mulai membangun gedung Geologisch Laboratorium di Jalan Wilhelmina Boulevard pada 1928. Gedung ini digunakan untuk kantor Dienst van den Mijnbouw yang diresmikan pada 16 Mei 1929. Kemudian gedung ini digunakan untuk acara Pacific Science Congress ke IV.

Ketika Perang Dunia II berlangsung, gedung tersebut juga dijadikan tempat pendidikan Assistant Geologen Cursus (Kursus Asisten Geologi) dengan diikuti oleh dua peserta, yaitu Arie Frederik Lasut dan Raden Soenoe Soemosoesastro. Mereka yang merupakan orang pribumi inilah yang menjadi pegawai menengah pertama di kantor Mijnbouw hingga menjadi tokoh perjuangan yang membangun kelembagaan tambang serta geologi Indonesia.

Pada 1942-1945, Mijnbouw diambil oleh Jepang dan berganti nama menjadi Chisitsu Chosasho. Peristiwa Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 ini juga mengantarkan perubahan kepada sektor pertambangan.

Sekelompok pegawai muda di kantor Chisitsu Chosasho, yang dipelopori oleh Arie Frederik Lasut, Raden Ali Tirtosoewirjo, Raden Soenoe Soemosoesastro, dan Sjamsoe M. Bahroem, mengambil alih paksa kantor Chisitsu Chosasho dari Jepang. Sejak saat itulah, kantor Chisitsu Chosasho diubah menjadi Poesat Djawatan Tambang dan Geologi.

Usai diambil alih oleh Indonesia dan berganti nama menjadi Poesat Djawatan Tambang dan Geologi, kemudian dibentuklah Dewan Pimpinan Kantor. Dewan Pimpinan Kantor ini terdiri dari tujuh orang, dengan Raden Ali Tirtosoewirjo yang ditunjuk sebagai pimpinan. Terjadi beberapa kali pergantian, hingga akhirnya Arie Frederik Lasut menjadi Kepala Poesat Djawatan dan Raden Soenoe Soemosoesastro menjadi Kepala Bagian Geologi.

Pada 20 Oktober 1945, Arie Frederik Lasut mengeluarkan pengumuman yang menyatakan bahwa semua perusahaan pertambangan berada di bawah pengawasan Poesat Djawatan Tambang dan Geologi. Pada Desember 1945, kantor tersebut diambil alih oleh Belanda. Akibatnya, kegiatan Poesat Djawatan Tambang dan Geologi pindah dari Bandung ke Tasikmalaya pada 23 Maret 1946. Kemudian pindah lagi, ke Magelang dan Tirtomoyo. Keterbatasan sarana dan prasarana kerja ini membuat pimpinan Poesat Djawatan ini untuk memencar para pegawai ke beberapa lokasi. Ada yang ditempatkan di Borobudur, Dukun, Muntilan, serta Srumbung.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Chakra Jawara Perkuat...
Chakra Jawara Perkuat Komitmen sebagai Mitra Strategis Industri Pertambangan Nasional
Antisipasi Risiko Sosial...
Antisipasi Risiko Sosial Tambang, Perusahaan Didorong Terapkan Standar Keberlanjutan Global
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Ketahanan Energi Nasional...
Ketahanan Energi Nasional Dinilai Masih Rapuh di Tengah Tekanan Global
Surabaya Jadi Kota Pertama...
Surabaya Jadi Kota Pertama Indonesia Coffee Expo 2026, Hadirkan Pengalaman Interaktif bagi Pengunjung
Adopsi Teknologi dan...
Adopsi Teknologi dan AI Jadi Arah Baru Industri Pertambangan
Kemenhut Bongkar Jalur...
Kemenhut Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal di NTB, 8 Orang Ditangkap
Studi Ungkap Minum Kopi...
Studi Ungkap Minum Kopi Pagi Hari Turunkan Risiko Penyakit Jantung
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
Rekomendasi
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
Ahli Waris Laporkan...
Ahli Waris Laporkan Dugaan Kepemilikan Aset Tak Wajar Mantan Hakim dan Jaksa ke KPK
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved