5 Provinsi yang Jadi Kolam Harta Karun Indonesia, Nomor 4 Menyimpan yang Paling Diburu Dunia
Rabu, 25 Mei 2022 - 18:58 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu berdasarkan struktur alam yang dimiliki, provinsi ini memiliki banyak keuntungan dari sisi geologi. Terdapat kandungan minyak dan gas (migas) yang cukup signifikan, serta sumber-sumber bahan mineral lainnya seperti batu kapur, semen dan emas yang juga cukup besar. Bahkan berdasarkan RPJMD Jawa Timur Tahun 2014-2019, salah satu daerah di Jatim, Cepu, Bojonegoro sudah terkenal dengan produksi minyak dari akhir abad ke-18.
Di Sidoarjo, provinsi ini juga menyembunyikan harta karun paling langka di dunia, yaitu logam tanah jarang. Harta karun ini diduga tersemai di lumpur semburan Lapindo. Logam tanah jarang digunakan untuk berbagai keperluan industri strategis, salah satau kendaraan listrik.
Baca juga: Disinggung Gabung Rans Cilegon, Mesut Oezil: Saya Senang Datang ke Indonesia
5. Sulawesi Selatan
Provinsi terakhir yang menyimpan banyak ‘harta karun’ tanah air adalah Sulawesi Selatan. Provinsi ini memiliki segudang sumber daya alam, di antaranya logam, gips, tembaga, semen, minyak, gas, batu bara dan nikel.
Pada triwulan I 2022, nilai ekspor sektor tambang Sulawesi Selatan senilai USD347,21 juta atau Rp4,93 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 55,46% dibandingkan triwulan I 2021 yang nilainya USD223,35 juta atau Rp3,17 triliun.
Di Sidoarjo, provinsi ini juga menyembunyikan harta karun paling langka di dunia, yaitu logam tanah jarang. Harta karun ini diduga tersemai di lumpur semburan Lapindo. Logam tanah jarang digunakan untuk berbagai keperluan industri strategis, salah satau kendaraan listrik.
Baca juga: Disinggung Gabung Rans Cilegon, Mesut Oezil: Saya Senang Datang ke Indonesia
5. Sulawesi Selatan
Provinsi terakhir yang menyimpan banyak ‘harta karun’ tanah air adalah Sulawesi Selatan. Provinsi ini memiliki segudang sumber daya alam, di antaranya logam, gips, tembaga, semen, minyak, gas, batu bara dan nikel.
Pada triwulan I 2022, nilai ekspor sektor tambang Sulawesi Selatan senilai USD347,21 juta atau Rp4,93 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 55,46% dibandingkan triwulan I 2021 yang nilainya USD223,35 juta atau Rp3,17 triliun.
(uka)
Lihat Juga :