Produksi Minyak ExxonMobil Tembus 540 Juta Barel, Indonesia Kecipratan Rp310 Triliun
Rabu, 25 Mei 2022 - 19:34 WIB
loading...
SKK Migas menyebutkan, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) berhasil melakukan produksi siap jual (lifting) ke-800 dari Wilayah Kerja (WK) Cepu. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - SKK Migas menyebutkan, ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) berhasil melakukan produksi siap jual (lifting) ke-800 dari Wilayah Kerja (WK) Cepu pada Selasa (24/5). Melalui lifting ke-800 ini, secara total produksi minyak EMCL mencapai 540 juta barel per hari.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, dari total produksi tersebut, operasi WK Cepu telah berkontribusi terhadap pendapatan Indonesia setara 5,5 kali lipat investasi awal.
“Jika dihitung sejak WK Cepu berproduksi, dengan total investasi sekitar Rp.57 triliun (atau USD4 miliar), WK Cepu telah menghasilkan 540 juta barel minyak dan memberikan lebih dari Rp 310 triliun (atau USD21,6 milyar) bagi pendapatan negara berupa bagi hasil pemerintah dan pembayaran pajak,” ungkap Dwi, dikutip Rabu (25/5/2022).
Baca Juga: SKK Migas Terus Dorong Penggunaan Produk Dalam Negeri
Adapun, di lifting ke-800 ini, ECML mengangkut 630 ribu barel minyak kargo yang akan dikirim melalui Floating Storage and Offloading (FSO) Gagak Rimang ke kapal Pertamina.
Kargo khusus ini akan dibawa ke STS Tuban dan dikirim ke Kilang Pertamina untuk mendukung kebutuhan energi Indonesia. Minyak dalam lifting tersebut diproduksi dari WK Cepu di Bojonegoro dan diproses di Fasilitas Pemrosesan Pusat Banyu Urip. Minyak kemudian dialirkan melalui pipa sepanjang 95 km ke Kecamatan Palang di Kabupaten Tuban, lalu ke FSO Gagak Rimang di lepas pantai Tuban, Jawa Timur.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, dari total produksi tersebut, operasi WK Cepu telah berkontribusi terhadap pendapatan Indonesia setara 5,5 kali lipat investasi awal.
“Jika dihitung sejak WK Cepu berproduksi, dengan total investasi sekitar Rp.57 triliun (atau USD4 miliar), WK Cepu telah menghasilkan 540 juta barel minyak dan memberikan lebih dari Rp 310 triliun (atau USD21,6 milyar) bagi pendapatan negara berupa bagi hasil pemerintah dan pembayaran pajak,” ungkap Dwi, dikutip Rabu (25/5/2022).
Baca Juga: SKK Migas Terus Dorong Penggunaan Produk Dalam Negeri
Adapun, di lifting ke-800 ini, ECML mengangkut 630 ribu barel minyak kargo yang akan dikirim melalui Floating Storage and Offloading (FSO) Gagak Rimang ke kapal Pertamina.
Kargo khusus ini akan dibawa ke STS Tuban dan dikirim ke Kilang Pertamina untuk mendukung kebutuhan energi Indonesia. Minyak dalam lifting tersebut diproduksi dari WK Cepu di Bojonegoro dan diproses di Fasilitas Pemrosesan Pusat Banyu Urip. Minyak kemudian dialirkan melalui pipa sepanjang 95 km ke Kecamatan Palang di Kabupaten Tuban, lalu ke FSO Gagak Rimang di lepas pantai Tuban, Jawa Timur.
Lihat Juga :