Bagi-bagi Dividen 3 BUMN Tambang, Segini Besarannya
Jum'at, 27 Mei 2022 - 15:36 WIB
loading...
A
A
A
Nilai pembagian dividen pada 2021 sama dengan tahun 2018 yakni 35% dari laba bersih Rp 531,35 miliar. Dari laporan keuangan konsolidasi yang telah diaudit, pada 2021 TINS berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 483% menjadi Rp1,3 triliun dibandingkan 2020 yang rugi sebesar Rp341 miliar.
Lonjakan laba bersih ditopang oleh penurunan beban pokok pendapatan. Sepanjang 2021, beban pokok pendapatan Timah turun 21% menjadi Rp11,17 triliun dibandingkan 2020 yakni senilai Rp14,09 triliun.
- PTBA
Pemegang saham dan manajemen Bukit Asam menyetujui penggunaan 100% laba bersih emiten 2021 sebesar Rp7,9 triliun sebagai dividen. Hal ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail mengungkapkan keputusan ini didukung oleh manajemen perusahaan setelah mempertimbangkan kondisi kas dan proyek pengembangan usahanya.
"Menimbang cash flow perusahaan yang solid hingga akhir tahun 2021 dengan posisi kas sebesar Rp13,4 triliun serta ketersediaan dana untuk kegiatan operasional dan pengembangan usaha perusahaan, maka manajemen sepakat untuk menyetujui penggunaan 100% laba bersih tahun 2021 sebagai dividen," ujar Arsal, dikutip Jumat (27/5/2022).
Pada 2021, PTBA mencatatkan kinerja positif dari segi operasional maupun keuangan. Arsal mencatat produksi batu bara mencapai 30,0 juta ton dengan angkutan kereta api sebesar 25,4 juta ton dan penjualan batu bara sebesar 28,4 juta ton.
Lonjakan laba bersih ditopang oleh penurunan beban pokok pendapatan. Sepanjang 2021, beban pokok pendapatan Timah turun 21% menjadi Rp11,17 triliun dibandingkan 2020 yakni senilai Rp14,09 triliun.
- PTBA
Pemegang saham dan manajemen Bukit Asam menyetujui penggunaan 100% laba bersih emiten 2021 sebesar Rp7,9 triliun sebagai dividen. Hal ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail mengungkapkan keputusan ini didukung oleh manajemen perusahaan setelah mempertimbangkan kondisi kas dan proyek pengembangan usahanya.
"Menimbang cash flow perusahaan yang solid hingga akhir tahun 2021 dengan posisi kas sebesar Rp13,4 triliun serta ketersediaan dana untuk kegiatan operasional dan pengembangan usaha perusahaan, maka manajemen sepakat untuk menyetujui penggunaan 100% laba bersih tahun 2021 sebagai dividen," ujar Arsal, dikutip Jumat (27/5/2022).
Pada 2021, PTBA mencatatkan kinerja positif dari segi operasional maupun keuangan. Arsal mencatat produksi batu bara mencapai 30,0 juta ton dengan angkutan kereta api sebesar 25,4 juta ton dan penjualan batu bara sebesar 28,4 juta ton.
Lihat Juga :