600 Ribu Bibit Tanaman Hias Aglaonema Masih Impor, Wapres Terheran-heran

Senin, 30 Mei 2022 - 17:19 WIB
loading...
600 Ribu Bibit Tanaman...
Kali ini giliran Wapres Maruf Amin yang terheran-heran dengan kebiasaan impor seperti bibit tumbuhan Aglaonema, padahal tanaman itu bisa tumbuh subur di Iklim Tropis seperti Indonesia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Wakil Presiden atau Wapres, Maruf Amin menyayangkan saat ini bibit tumbuhan Aglaonema hingga saat ini masih didatangkan dari luar negeri. Padahal tanaman tersebut bisa tumbuh subur di Iklim Tropis seperti Indonesia.

“Aglaonema sangat potensial untuk dikembangkan di dalam negeri, terlebih dengan dukungan iklim tropis di Indonesia,” ujar Wapres dalam keterangan tertulisnya dikutip, Senin (30/5/2022).

Baca Juga: Euforia Tanaman Hias

Wapres Maruf Amin menilai, potensi bibit Aglaonema dalam negeri sangat mungkin untuk di produksi apabila ada upaya-upaya untuk mengembangkannya. “Sampai saat ini bibit Aglaonema yang jumlahnya ratusan ribu pohon masih diimpor dari luar negeri," sambung Wapres.

Lebih lanjut Wapres berharap, agar ke depan para petani Aglaonema dapat berkembang maju sehingga kebutuhan setiap bulan, sekitar 600 ribu pohon, yang saat ini masih impor dapat dipenuhi.

Wapres juga mengajak kepada masyarakat untuk mengembangkan tanaman hias ini sehingga kebutuhan tanaman dalam negeri dapat terpenuhi dan bisa menjadi produk ekspor tambahan.

“Mari kita majukan tanaman hias kita dengan memenuhi kebutuhan tanaman hias dari dalam negeri sendiri, bahkan justru kita yang harus mengekspor tanaman ini ke mancanegara,” kata Wapres.

Baca Juga: Budidaya Tanaman Hias Mampu Datangkan Omset Jutaan Rupiah

"Permintaan akan tanaman Aglaonema di Tanah Air terus meningkat. Di tempat tinggal saya juga ditanami tanaman Aglaonema, salah satunya jenis Donakarmen,” pungkasnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
BPS: Neraca Dagang RI...
BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar
Bea Cukai Respons Munculnya...
Bea Cukai Respons Munculnya Nama Dirjen Djaka Budi Utama dalam Dakwaan Kasus Suap Impor
4 Juta Barel Minyak...
4 Juta Barel Minyak Iran Tiba di India Sebelum Berakhirnya Masa Tenggang Sanksi AS
Pengecualian Sanksi...
Pengecualian Sanksi AS, India Banjir Minyak Rusia Melonjak 90%
Tahu-Tempe dan Impor...
Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
Kasus Bea Cukai, KPK...
Kasus Bea Cukai, KPK Periksa 20 Petinggi Forwarder
Rekomendasi
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Qodari: Haji 2026 Lancar,...
Qodari: Haji 2026 Lancar, Masa Tunggu Dipangkas dan Layanan Ditingkatkan
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Berita Terkini
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Baju Bekas Ilegal Senilai Rp37,4 Miliar
Bangun SDM Unggul, Pertamina...
Bangun SDM Unggul, Pertamina Gandeng Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Budaya K3
Kebijakan Ekspor Satu...
Kebijakan Ekspor Satu Pintu, Reform Syndicate Sodorkan 5 Rekomendasi Taktis
Kilau Emas Antam Kembali,...
Kilau Emas Antam Kembali, Hari Ini Naik Tipis Rp5 Ribu ke Rp2.673.000 per Gram
80 Juta Barel Minyak...
80 Juta Barel Minyak Siap Tumpah ke Pasar Dunia, 40 Kapal Tanker Antre Keluar dari Selat Hormuz
Jaga HET MinyaKita di...
Jaga HET MinyaKita di Angka Rp15.700 per Liter, Istana Buka Suara
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved