RI Stop Ekspor Listrik, Menteri Bahlil Buka-bukaan ke Mendag Singapura
Selasa, 31 Mei 2022 - 20:23 WIB
loading...
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah Indonesia bakal menyetop ekspor listrik berbasis energi baru terbarukan. Terkait kebijakan ini, Bahlil memberikan penjelasan kepada Mendag Singapura. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah Indonesia bakal menyetop ekspor listrik berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) . Hal itu disampaikan di sela-sela World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Selasa (24/5).
Terkait dengan penyetopan ekspor listrik tersebut, Bahlil menjelaskan, bahwa pelarangan ekspor listrik EBT guna mengutamakan kebutuhan dalam negeri.
Baca Juga: Waspada! Indonesia Terancam Krisis Pangan dan Energi
Hal tersebut disampaikan Bahlil ketika menerima kunjungan dari Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong yang didampingi oleh Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Anil Kumar Nayar di kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta, Senin lalu.
“Terkait pelarangan ekspor listrik. Memang sekarang kita lagi fokus untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dan Bapak Presiden sedang mendorong untuk meningkatkan penggunaan EBT. Namun saya kira bisa dibicarakan, selagi kita mendapatkan win-win solution,” ujar Bahlil.
Terkait dengan penyetopan ekspor listrik tersebut, Bahlil menjelaskan, bahwa pelarangan ekspor listrik EBT guna mengutamakan kebutuhan dalam negeri.
Baca Juga: Waspada! Indonesia Terancam Krisis Pangan dan Energi
Hal tersebut disampaikan Bahlil ketika menerima kunjungan dari Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Gan Kim Yong yang didampingi oleh Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Anil Kumar Nayar di kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta, Senin lalu.
“Terkait pelarangan ekspor listrik. Memang sekarang kita lagi fokus untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Dan Bapak Presiden sedang mendorong untuk meningkatkan penggunaan EBT. Namun saya kira bisa dibicarakan, selagi kita mendapatkan win-win solution,” ujar Bahlil.
Lihat Juga :