Pendapatan Bruto GoTo Melonjak 53%, Bagaimana dengan Kerugiannya?
Selasa, 31 Mei 2022 - 21:35 WIB
loading...
GoTo mencatakan kenaikan pendapatan bruto. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Langkah Gojek dan Tokopedia melakukan kombinasi bisnis dengan membentuk PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk ( GOTO ) berdampak dalam penguatan fundamental bisnis dan kinerja perseroan . Melalui integrasi optimal dari tiga pilar bisnis on demand, e-commerce, dan fintech.
Baca juga: GOTO Catat Rugi Bersih Rp6,6 Triliun di Kuartal I 2022
Berdasarkan data GoTo, pada kuartal I-2022 pendapatan bruto perseroan naik 53% secara year on year (yoy) menjadi Rp5,2 triliun. Sementara pada periode yang sama, pendapatan bersih mencapai Rp1,5 triliun, naik 7,14% dari sebelumnya Rp1,4 triliun.
Melonjaknya pendapatan sejalan dengan keberhasilan perseroan meningkatkan take rate dari 3,5% menjadi 3,7%, yang didorong oleh monetisasi pada segmen e-commerce dan on-demand yang lebih baik. Sebagai catatan, take rate adalah biaya yang dikenakan atas transaksi yang dilakukan di platform dan hal ini menjadi salah satu sumber pemasukan bagi perusahaan berbasis teknologi.
Andre Soelistyo, CEO Grup GoTo, mengatakan sepanjang 2021, perusahaan secara konsisten menjalankan rencana bisnis dengan baik, sehingga mampu menghasilkan pertumbuhan di setiap lini bisnis dan peningkatan margin secara keseluruhan.
“Pembentukan GoTo, dari kombinasi Gojek dan Tokopedia, menempatkan kami dalam posisi yang lebih baik lagi untuk melayani konsumen. Seiring dengan komitmen semakin memperdalam integrasi bisnis, kami mampu meningkatkan efisiensi operasional, menghadirkan peluang bisnis dengan pendekatan multiplatform serta berinvestasi bagi pertumbuhan dan profitabilitas GoTo,” kata Andre dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (31/5/2022).
Baca juga: GOTO Catat Rugi Bersih Rp6,6 Triliun di Kuartal I 2022
Berdasarkan data GoTo, pada kuartal I-2022 pendapatan bruto perseroan naik 53% secara year on year (yoy) menjadi Rp5,2 triliun. Sementara pada periode yang sama, pendapatan bersih mencapai Rp1,5 triliun, naik 7,14% dari sebelumnya Rp1,4 triliun.
Melonjaknya pendapatan sejalan dengan keberhasilan perseroan meningkatkan take rate dari 3,5% menjadi 3,7%, yang didorong oleh monetisasi pada segmen e-commerce dan on-demand yang lebih baik. Sebagai catatan, take rate adalah biaya yang dikenakan atas transaksi yang dilakukan di platform dan hal ini menjadi salah satu sumber pemasukan bagi perusahaan berbasis teknologi.
Andre Soelistyo, CEO Grup GoTo, mengatakan sepanjang 2021, perusahaan secara konsisten menjalankan rencana bisnis dengan baik, sehingga mampu menghasilkan pertumbuhan di setiap lini bisnis dan peningkatan margin secara keseluruhan.
“Pembentukan GoTo, dari kombinasi Gojek dan Tokopedia, menempatkan kami dalam posisi yang lebih baik lagi untuk melayani konsumen. Seiring dengan komitmen semakin memperdalam integrasi bisnis, kami mampu meningkatkan efisiensi operasional, menghadirkan peluang bisnis dengan pendekatan multiplatform serta berinvestasi bagi pertumbuhan dan profitabilitas GoTo,” kata Andre dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (31/5/2022).
Lihat Juga :