Terungkap Rahasia Minyak Rusia Tetap Laris di Tengah Sanksi Embargo Barat
Jum'at, 03 Juni 2022 - 09:03 WIB
loading...
A
A
A
Setelah invasi Ukraina dan sanksi dari AS serta Uni Eropa, para pelaku pasar terus mengaburkan asal-usul minyak Rusia agar tetap mengalir. Minyak disembunyikan dalam produk olahan campuran seperti bensin, diesel, dan bahan kimia.
Minyak juga dipindahkan antar kapal di laut. Transfer itu terjadi di Mediterania, di lepas pantai Afrika Barat dan Laut Hitam, untuk kemudian minyak menuju ke China, India, dan Eropa Barat, demikian menurut perusahaan pelayaran seperti dikutip dari OilPrice.
Secara keseluruhan, ekspor minyak Rusia justru mencetak rebound pada bulan April, setelah turun pada Maret ketika sanksi Barat pertama kali mulai berlaku, kata Badan Energi Internasional. Ekspor minyak Rusia naik 620.000 barel menjadi 8,1 juta barel per hari, mendekati level sebelum perang, dengan peningkatan terbesar bakal terjadi pada India.
Baca Juga: Larang Impor Minyak Rusia, Eropa Akhirnya Kompromi Usai Dilawan Hongaria
India telah muncul sebagai pusat utama untuk aliran minyak Rusia. Impor negara itu telah meroket menjadi 800.000 barel per hari sejak perang dimulai, dibandingkan dengan 30.000 barel sehari sebelumnya, menurut perusahaan data pasar komoditas Kpler.
Sebuah kilang yang dimiliki oleh raksasa energi India, Reliance Industries Ltd. terpantau membeli minyak mentah Rusia tujuh kali lebih banyak pada bulan Mei, dibandingkan dengan sebelum perang yang merupakan seperlima dari total asupannya, menurut Kpler.
Reliance menyewa sebuah kapal tanker minyak untuk membawa kargo alkilat, komponen bensin, berangkat dari pelabuhan Sikka terdekat pada 21 April tanpa tujuan yang direncanakan. Tiga hari kemudian, ia memperbarui catatannya di pelabuhan AS dan berlayar, melepaskan kargonya pada 22 Mei di New York.
Minyak juga dipindahkan antar kapal di laut. Transfer itu terjadi di Mediterania, di lepas pantai Afrika Barat dan Laut Hitam, untuk kemudian minyak menuju ke China, India, dan Eropa Barat, demikian menurut perusahaan pelayaran seperti dikutip dari OilPrice.
Secara keseluruhan, ekspor minyak Rusia justru mencetak rebound pada bulan April, setelah turun pada Maret ketika sanksi Barat pertama kali mulai berlaku, kata Badan Energi Internasional. Ekspor minyak Rusia naik 620.000 barel menjadi 8,1 juta barel per hari, mendekati level sebelum perang, dengan peningkatan terbesar bakal terjadi pada India.
Baca Juga: Larang Impor Minyak Rusia, Eropa Akhirnya Kompromi Usai Dilawan Hongaria
India telah muncul sebagai pusat utama untuk aliran minyak Rusia. Impor negara itu telah meroket menjadi 800.000 barel per hari sejak perang dimulai, dibandingkan dengan 30.000 barel sehari sebelumnya, menurut perusahaan data pasar komoditas Kpler.
Sebuah kilang yang dimiliki oleh raksasa energi India, Reliance Industries Ltd. terpantau membeli minyak mentah Rusia tujuh kali lebih banyak pada bulan Mei, dibandingkan dengan sebelum perang yang merupakan seperlima dari total asupannya, menurut Kpler.
Reliance menyewa sebuah kapal tanker minyak untuk membawa kargo alkilat, komponen bensin, berangkat dari pelabuhan Sikka terdekat pada 21 April tanpa tujuan yang direncanakan. Tiga hari kemudian, ia memperbarui catatannya di pelabuhan AS dan berlayar, melepaskan kargonya pada 22 Mei di New York.
Lihat Juga :