Terungkap Rahasia Minyak Rusia Tetap Laris di Tengah Sanksi Embargo Barat

Jum'at, 03 Juni 2022 - 09:03 WIB
loading...
A A A
"Kemungkinan yang bisa terjadi adalah Reliance mengambil kargo minyak mentah Rusia dengan harga diskon, memurnikannya dan kemudian menjual produk tersebut di pasar jangka pendek di mana ia menemukan pembeli," kata Lauri Myllyvirta, analis utama di Pusat Penelitian Energi dan Udara Bersih.

Organisasi ini melacak ekspor bahan bakar fosil Rusia dan peran mereka dalam mendanai perang Ukraina. "Sepertinya ada perdagangan di mana minyak mentah Rusia disuling di India dan kemudian beberapa di antaranya dijual ke AS," sambungnya.

Penggelapan

Untuk menghindari biaya asuransi yang besar, kapal-kapal mematikan sistem GPS mereka menjadi gelap, kemudian mentransfer minyak ke megatanker besar seperti Lauren II, kapal induk minyak mentah raksasa China yang dapat menampung sekitar 2 juta barel minyak.

Selama India dan China bersedia melawan sanksi, minyak Rusia akan lolos. Namun, biaya tambahan ini berdampak pada harga secara global. Lebih banyak kapal digunakan untuk mengangkut minyak dari Rusia ke India dan China, bukan Rusia ke UE.

Pada gilirannya, UE mendapat minyak dari Arab Saudi, bukan Rusia. Sanksi mendorong harga minyak semakin mahal sehingga Rusia mendapatkan lebih banyak uang, meskipun Rusia harus mendiskon harganya secara signifikan untuk menemukan pembeli.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, Industri dan Sektor Energi Perlu Dijaga Bersama
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Rekomendasi
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Perbandingan 5 Varian...
Perbandingan 5 Varian BYD M6 DM: Mana yang Pas untuk Kebutuhan Anda?
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved