BBM Satu Harga dan OVOO LPG Wujud Nyata Energi Berkeadilan

Sabtu, 04 Juni 2022 - 15:43 WIB
loading...
BBM Satu Harga dan OVOO...
Distribusi BBM satu harga di daerah 3T (terpencil, terluar, dan tertinggal). Foto: PT Pertamina
A A A
MAKASSAR - Akses energi yang merata dan berkeadilan menjadi dambaan semua pihak. Kondisi topografi Indonesia yang terdiri dari pegunungan dan kepulauan menjadi tantangan dalam mewujudkan akses energi yang sama, agar dapat dinikmati semua lapisan masyarakat tanpa terkecuali di daerah 3T (terluar, terpencil dan tertinggal).

BBM dan LPG yang sudah menjadi barang penting tentu ingin dinikmati dengan harga yang sama di semua penjuru negeri.

Baca juga: Pertamina Apresiasi Dukungan Pemerintah Tambah Subsidi BBM & LPG dan Kompensasi BBM

PT Pertamina Patra Niaga , Sub Holding Commercial & Trading Pertamina sebagai badan usaha yang menjalankan penugasan pemerintah program bahan bakar minyak (BBM) satu harga mencatat, hingga Mei 2022 telah tersedia 328 lembaga penyalur BBM satu harga di Indonesia. 98% dari seluruh desa di Indonesia telah memiliki Outlet LPG melalui program One Village One Outlet (OVOO).

Penugasan pemerintah ini dilaksanakan Pertamina dengan menanggung biaya distribusi BBM dari supply point terdekat menuju ke lokasi, sehingga harga BBM dapat setara seperti yang dinikmati masyarakat di kota. Sementara harga LPG dapat sesuai harga eceran tertinggi yang ditetapkan suatu daerah. Di Sulawesi, terdapat 32 titik BBM satu harga dan 99,90% dari seluruh desa yang ada di Sulawesi telah terjangkau OVOO.

Executive GM Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Agus Dwi Jatmoko mengatakan, sejak tahun 2017, Pertamina melaksanakan penugasan dari Kementerian ESDM melalui BPH Migas.

Mekanisme pengusulan daerah untuk mendapatkan BBM satu harga dan OVOO pun berjenjang, melalui pemerintah daerah kepada Kementerian ESDM, setelah ditetapkan titiknya maka menjadi tugas Pertamina untuk meninjau kelayakan lokasi dan jalur transportasi yang memungkinkan.

Untuk dapat mencapai titik 3T, Pertamina Patra Niaga menyalurkan melalui multi moda transportasi darat, laut, dan udara, juga turut bekerja sama dengan semua stakeholder yang memungkinkan.

Baca juga: Beli BBM Pertalite Mau Diatur Pakai MyPertamina, Mekanismenya Bagaimana?

Tak jarang pendistribusian mengalami kendala di jalan seperti cuaca dan medan yang sulit untuk ditembus, namun itu sudah menjadi bagian dari tugas Pertamina.

"Hal ini yang jarang diketahui oleh publik bahwa selain mendistribusikan di wilayah yang mudah, jika dibandingkan dengan lembaga penyalur swasta lainnya, hanya Pertamina yang diberikan penugasan untuk menyalurkan energi ke wilayah yang orang berfikir dua kali untuk ke sana dan dilakukan dengan biaya yang ditanggung perusahaan," ujar Agus.

Di Sulawesi, 32 titik BBM satu harga tersebar meliputi Sulawesi Utara 8 titik, Gorontalo 3 titik, Sulawesi Tengah 13 titik, Sulawesi Selatan 4 titik dan Sulawesi Tenggara 4 titik. Sedangkan untuk OVOO hanya tersisa 13 desa di Sulawesi yang belum terjamah pangkalan LPG.

Jumlah lembaga penyalur BBM satu harga dan outlet LPG yang terus meningkat merupakan komitmen Pertamina Patra Niaga dalam mewujudkan energi berkeadilan bagi masyarakat Indonesia.

“Kami akan terus memastikan distribusi dan ketersediaan pasokan bahan bakar ke SPBU BBM satu harga dan LPG berjalan dengan lancar, tepat waktu, tepat jumlah dan tepat kualitas. Sehingga masyarakat bisa mendapatkan akses energi dengan harga yang terjangkau, serta turut mendorong perekonomian di daerah 3T,” urai Agus.

Baca juga: Mau Mesin Kendaraan Awet, Pahami Perbedaan Oli Sintetis dan Mineral

BBM satu harga telah menjangkau hingga ke pulau paling ujung Sulawesi, yaitu Pulau Miangas di Sulawesi Utara. BBM di pulau ini disuplai dari terminal BBM Bitung menggunakan kapal tengker dengan jarak tempuh kurang lebih 8 hari untuk cuaca normal dan 13 hari saat cuaca buruk. BBM satu harga di Pulau ini mulai beroperasi Juli 2018 dengan konsumsi BBM per bulan sebanyak 2 kilo liter untuk premium serta 4 kilo liter untuk biosolar.

Selain Pulau Miangas, BBM satu harga ini telah sampai di Kecamatan Seko, Kabupaten Luwu Utara. Kecamatan dengan akses darat paling sulit di Sulawesi. Perjalanan dengan naik-turun hutan tropis, jalanannya yang berkelok menyusuri pinggir tebing dan jurang yang dalam mengakibatkan BBM harus dipindahkan ke dalam drum-drum yang diangkut mobil pikap serta truk double gardan.

Longsor yang sering kali terjadi serta jalanan berlumpur akibat hujan menunda waktu BBM tiba 4-6 hari. Akibat dari longsor dan jalanan berlumpur ini membuat para sopir BBM sering kali menginap di jalan dan membawa bekal yang lebih. BBM satu harga untuk kecamatan Seko beroperasi pada Juli 2018 dengan konsumsi BBM per bulan untuk premium sebanyak 20 kilo liter dan 20 kilo liter untuk biosolar.

Sedangkan untuk program OVOO, pada tahun 2021 terdapat salah satu target lokasi yaitu Kecamatan Pinembani yang termasuk daerah tertinggal yang masih ada di Kabupaten Donggala, diputuskan berdasarkan Perpres No. 63 Tahun 2020 tentang Penetapan Daerah Tertinggal Tahun 2020 – 2024.

Lokasinya terletak sekitar 60 Km ke arah Barat Daya Kota Palu. Kondisi jalan berbatu dan tanah yang belum ada aspal sama sekali membuat waktu tempuh ke lokasi mencapai sekitar 3-4 jam apabila menggunakan kendaraan roda 4 dan 2-3 jam apabila menggunakan kendaraan roda 2. Itu dengan catatan tidak sedang hujan, apabila hujan mungkin bisa sampai 5 jam dengan mobil.

Baca juga: Menjaga 2 Jurus Pertamina Tetap Berjalan Demi Optimalkan Subsidi Energi

“Pertamina berkomitmen penuh untuk menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi di daerah-daerah 3T, sehingga diharapkan khususnya dengan adanya Program OVOO dengan adanya pangkalan di setiap desa, masyarakat lebih mudah mendapatkan LPG sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sama halnya dengan penerapan BBM satu harga . Sehingga harga kebutuhan pokok menjadi semakin terjangkau,” pungkas Agus.

Adapun informasi lebih lanjut mengenain BBM Satu Harga dan OVOO dapat dicek pada halamanhttps://kemitraan.pertamina.com/, atau menghubungi Pertamina Call Center 135.
(luq)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Harga BBM dan LPG Subsidi...
Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik Seperti Pertamax, Bahlil: Itu Perintah Presiden
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
Desa Energi Berdikari...
Desa Energi Berdikari Keliki, Wujudkan Ketahanan Pangan Berbasis Energi Bersih
PHE Catat Produksi Migas...
PHE Catat Produksi Migas 1,03 Juta BOEPD di 2025, Kuasai 65% Lifting Minyak RI
Dorong Ekosistem Digital...
Dorong Ekosistem Digital Energi, Pertamina Patra Niaga Raih Digital Innovation Awards 2026
Resmi Dibuka, Pertamina...
Resmi Dibuka, Pertamina Goes To Campus 2026 Cari Mahasiswa Kreatif dan Inovatif
Pertamina Dikabarkan...
Pertamina Dikabarkan Melarang Mobil 1.400cc Diisi Pertalite, Ini Daftar Kendaraanya
Survei Nasional: 83,7...
Survei Nasional: 83,7 Persen Publik Puas Kinerja Pertamina
Tokoh Madura: Masyarakat...
Tokoh Madura: Masyarakat Tak Boleh Jadi Penonton dalam Konversi LPG ke NGC
Rekomendasi
4th ICOP Darunnajah...
4th ICOP Darunnajah Bersama Menteri ATR/BPN, Pesantren Siap Pimpin Optimalisasi Wakaf Nasional
Gestur Mesra Sarwendah...
Gestur Mesra Sarwendah dan Gio saat Live Tuai Kritikan, Disebut Tak Sopan
Lengkap! Daftar SD dan...
Lengkap! Daftar SD dan SMP Swasta Gratis di Kota Tangerang untuk SPMB 2026
Berita Terkini
Dibangun PTPP, RSUD...
Dibangun PTPP, RSUD Thohir Krui Diresmikan Presiden Prabowo
IHSG Menguat 2,67% Sore...
IHSG Menguat 2,67% Sore Ini, Ditutup di Level 5.900
Maritza Consulting Bidik...
Maritza Consulting Bidik Pertumbuhan Penjualan Properti Lewat Strategi Berbasis Data
Harga BBM dan LPG Subsidi...
Harga BBM dan LPG Subsidi Tak Naik Seperti Pertamax, Bahlil: Itu Perintah Presiden
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Komisi XII Ingatkan Dampaknya terhadap Daya Beli
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Berbagai Jenis ETF Sebelum Berinvestasi
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved