Luhut Sebut Harga Minyak Goreng Curah Sudah Turun di Beberapa Daerah

Minggu, 05 Juni 2022 - 20:36 WIB
loading...
Luhut Sebut Harga Minyak Goreng Curah Sudah Turun di Beberapa Daerah
Menko Luhut menjabarkan, penurunan harga sudah terjadi di beberapa daerah. Dirinya yakin harga minyak goreng curah bisa menyentuh Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp 14 ribu per liter dalam waktu 2-3 minggu. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memperkirakan, harga minyak goreng curah bakal turun dalam waktu dua hingga tiga minggu ke depan. Usai larangan ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) dicabut, pemberlakuan kebijakan DMO (domestic market obligation) dan DPO (domestic price obligatuion) jadi andalan.

Baca Juga: Luhut Jamin Harga Minyak Goreng Stabil di Kisaran Rp15 Ribuan

Dirinya yakin harga minyak goreng curah bisa menyentuh Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu Rp 14 ribu per liter dalam waktu 2-3 minggu. Hal ini berdasarkan hasil analisis timnya dari realisasi distribusi di lapangan.

"Penerapan DMO dan DPO ini kita harap bisa konsisten membuat harga minyak goreng stabil. Dalam 2-3 minggu ke depan akan kita lihat hasilnya," ujar Luhut dalam konferensi pers virtual, Minggu (5/6/2022).

Luhut menjabarkan, penurunan harga sudah terjadi di beberapa daerah. Misalnya, Banten dan Jawa Tengah yang harga minyak goreng curahnya turun mendekati HET.

"Hal ini terjadi karena distribusi dari produsen ke distributor besar 1 atau d1 menuju d2 (distributor 2) hingga pengecer berjalan lancar," katanya.

Baca Juga: Dapat Tugas Baru Ngurusin Minyak Goreng, Ini 13 Jabatan Luhut di Era Jokowi

Kemudian untuk Jakarta harganya relatif lebih tinggi dari HET karena rasio barang diterima di tingkat pengecer turun drastis, dan wilayah seterusnya. Luhut juga meminta masyarakat untuk tenang dan tidak khawatir akan stok dan pasokan minyak goreng karena kebijakan yang diambil pemerintah sudah tepat.

"Pemerintah mengimbau masyarakat tidak panik, tak perlu galau atau khawatir pasokan domestik berkurang atau harga meningkat. Ini kami pastikan tak akan terjadi," katanya.
(akr)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1233 seconds (10.101#12.26)