Sri Mulyani ke BPKP: Kesejahteraan Rakyat Lebih Penting dari WTP

Jum'at, 10 Juni 2022 - 17:35 WIB
loading...
Sri Mulyani ke BPKP:...
Maenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan pesan kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebagai partner penting bagi Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam menjaga akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Hal itu disampaikan saat memberikan arahan saat Rapat Koordinasi Nasional Pengawasan Intern Pemerintah Tahun 2022 hari ini.

"Sejak reformasi, semua pemerintahan dan semua presiden terpilih, DPR bahkan juga tahu, bahwa kita itu diatur dengan Undang-Undang (UU) Keuangan Negara dan UU Perbendaharaan Negara. Kedua UU itu meminta tanggung jawab pengelolaan keuangan negara yang baik, akuntabel, efisien, yang ada asas kepatutan. Itu artinya mereka akan mengandalkan institusi BPKP dan Kementerian Keuangan yang betul-betul bekerja secara profesional dan kompeten," ujar Sri Mulyani di Auditorium Kantor Pusat BPKP, Jakarta, Jumat (10/6/2022).

Baca Juga: Sri Mulyani: Pemerataan Infrastruktur Digital Jadi Fokus G20

Menurut dia tanggung jawab yang diemban oleh para pimpinan dan jajaran BPKP sangat besar. Hal ini dikarenakan tugas dan fungsi yang saat ini dijalan oleh BPKP merupakan fondasi yang sangat penting dari semangat reformasi, di mana pertanggungjawaban pelaksanaan instrumen keuangan negara adalah sesuatu yang krusial bagi negara.

"Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) jelas sesuatu yang penting. Tapi di luar itu, kita juga perlu membuat ekonomi kita bertransformasi, rakyat kita menjadi lebih sejahtera, kemiskinan turun, kesenjangan semakin menurun. Itu yang kita harus lakukan dengan instrumen keuangan negara," kata Sri Mulyani.

Lebih lanjut, dia menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antara Kementerian Keuangan dengan BPKP, khususnya pada pelaksanaan pengawasan transfer ke daerah dan dana desa (TKDD). Sepertiga dari belanja pemerintah pusat adalah TKDD, maka Sri ingin bahwa TKDD dapat memberikan manfaat yang signifikan di daerah, baik itu bagi perekonomiannya maupun bagi kesejahteraan masyarakat.

"Saya sekarang sedang minta jajaran Kemenkeu di daerah-daerah supaya bisa bekerja lebih rapi, konsolidatif, sinergi, dan lihat bagaimana keuangan negara berfungsi. Saya minta BPKP bisa menjadi partner juga di daerah sehingga kita bisa menunjukkan dan rakyat bisa tahu #UangKita (APBN) itu darimana dan #UangKita dipakai untuk apa," kata Sri.

Baca Juga: Pembiayaan Utang Turun 62,4 Persen, Sri Mulyani Waspadai 3 Risiko Global dan Domestik

Dia menyampaikan bahwa jika keuangan suatu negara dikelola dengan baik, maka negara memiliki harapan untuk bisa untuk menjadi negara maju. Tanggung jawab pengelolaan keuangan negara, kata Menkeu, adalah tanggung jawab bersama, baik itu pemerintah maupun lembaga pengawasan pemerintah.

"Jangan pernah lelah mencintai Indonesia. Anda punya tanggung jawab yaitu rakyat tahu setiap rupiah (keuangan negara) yang kita kumpulkan darimana, bagaimana kita pakainya, dan hasilnya apa. Itulah fondasi yang namanya kontrak sosial bernegara yang kuat. Hanya itu yang akan bisa menjaga Indonesia dari berbagai guncangan-guncangan, tentu juga dengan doa dan ikhtiar kita semua," pungkasnya.

(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
Naik Argo Bromo Anggrek...
Naik Argo Bromo Anggrek Sehari Sebelumnya, Sri Mulyani Berduka untuk Korban Tabrakan KA di Bekasi
Sri Mulyani Ditunjuk...
Sri Mulyani Ditunjuk Jadi Anggota Dewan Direksi Gates Foundation
Purbaya Tunda Tarik...
Purbaya Tunda Tarik Pajak Pedagang Online Warisan Sri Mulyani, Ini Alasannya
5 Perbedaan Kebijakan...
5 Perbedaan Kebijakan Pajak Purbaya vs Sri Mulyani, Bak Langit dan Bumi
5 Gebrakan Purbaya Dua...
5 Gebrakan Purbaya Dua Minggu Jadi Menkeu Gantikan Sri Mulyani
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
Raih Opini WTP ke-13,...
Raih Opini WTP ke-13, Pemprov Kaltim Komitmen Pengelolaan Keuangan Transparan
Prabowo Cerita Kepala...
Prabowo Cerita Kepala BPKP Gemetar Lapor Orang Terdekat Presiden Menyeleweng
Rekomendasi
Padukan Semangat Sepak...
Padukan Semangat Sepak Bola dan Teknologi, Lexar Rilis Seri Penyimpanan Resmi AFA Berdesain Ikonik Nomor 10
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Kisah Mas Rushh Bangun...
Kisah Mas Rushh Bangun Personal Branding lewat Konten Keluarga
Berita Terkini
Buka Akses Pasar Lebih...
Buka Akses Pasar Lebih Luas, Pertamina Fasilitasi UMKM Binaan di Jakarta Fair
Krisis LNG Timur Tengah,...
Krisis LNG Timur Tengah, Permintaan Batu Bara di Asia Melonjak
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
Revisi UU Hak Cipta...
Revisi UU Hak Cipta Dikhawatirkan Bebani UMKM hingga Startup
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved