Penyelewengan 10 Ribu Ton Minyak Goreng Terungkap Berkat Sistem Digital
Senin, 13 Juni 2022 - 10:56 WIB
loading...
Mendag Muhammad Lutfi mengatakan berkat teknologi digital, pengawasan bisa dilakukan dengan ketat. Terbukti oknum penyelewengan minyak goreng curah di Jawa Barat berhasil terdeteksi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perdagangan atau Mendag Muhammad Lutfi mengatakan berkat teknologi digital , pengawasan bisa dilakukan dengan ketat. Terbukti oknum penyelewengan minyak goreng curah di Jawa Barat berhasil terdeteksi.
"Inisiasi penggunaan teknologi digital yang sudah dikembangkan, banyak terkoneksitas dengan aparat penegak hukum seperti Kejaksaan, Kepolisian, TNI Angkatan Darat. Sehingga segala bentuk penyelewengan bisa transparan," kata Mendag Lutfi saat berdialog di Kanal Youtube Asumsi, dikutip Senin (13/6/2022).
Baca Juga: Anti Bobol, Pasokan dan Distribusi Minyak Goreng Curah Diawasi Pakai Aplikasi
"Misalnya waktu itu di Jawa Barat, ada seorang ibu punya toko 1 tapi memiliki 5 email yang berbeda, nama perusahaan juga berbeda tapi mengontrol setidaknya 5 pasar di Jawa Barat. Jadi 5 pasar di Jawa Barat ini sudah ada indikasinya menuju ke sana," bebernya.
Lanjut Mendag Lutfi menuturkan, pada kasus tersebut, terdeteksi ada 10.000 ton yang datang ke satu titik lokasi dan hanya dipakai pada segelintir orang. Namun karena kecanggihan teknologi, bibit masalah seperti itu bisa cepat dirangkus oleh pihak terkait.
"Inisiasi penggunaan teknologi digital yang sudah dikembangkan, banyak terkoneksitas dengan aparat penegak hukum seperti Kejaksaan, Kepolisian, TNI Angkatan Darat. Sehingga segala bentuk penyelewengan bisa transparan," kata Mendag Lutfi saat berdialog di Kanal Youtube Asumsi, dikutip Senin (13/6/2022).
Baca Juga: Anti Bobol, Pasokan dan Distribusi Minyak Goreng Curah Diawasi Pakai Aplikasi
"Misalnya waktu itu di Jawa Barat, ada seorang ibu punya toko 1 tapi memiliki 5 email yang berbeda, nama perusahaan juga berbeda tapi mengontrol setidaknya 5 pasar di Jawa Barat. Jadi 5 pasar di Jawa Barat ini sudah ada indikasinya menuju ke sana," bebernya.
Lanjut Mendag Lutfi menuturkan, pada kasus tersebut, terdeteksi ada 10.000 ton yang datang ke satu titik lokasi dan hanya dipakai pada segelintir orang. Namun karena kecanggihan teknologi, bibit masalah seperti itu bisa cepat dirangkus oleh pihak terkait.
Lihat Juga :