Dirut TWC Tegaskan Pembatasan Akses Naik Candi Borobudur Bukan untuk Komersialisasi
Senin, 13 Juni 2022 - 20:40 WIB
loading...
PT TWC menegaskan kebijakan pembukaan akses naik ke candi Borobudur dengan pembatasan kuota bagi wisatawan bukan untuk tujuan komersialisasi. Foto/Dok Antara
A
A
A
JAKARTA - PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko angkat bicara ihwal tarif masuk dan naik candi Borobudur yang menuai polemik akhir-akhir ini.
Direktur Utama (Dirut) PT TWC Edy Setijono menegaskan, kebijakan pembukaan akses naik ke candi Borobudur dengan pembatasan kuota bagi wisatawan bukan untuk tujuan komersialisasi melainkan upaya melindungi kelestarian bangunan yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESO pada 1991.
“Fokus kita bukan komersialisasi, tapi konservasi menjaga cagar budaya. Kita hanya memastikan hanya pihak-pihak tertentu, yang diizinkan ke negara untuk mengakses tersebut. Sementara bagi yang kurang relevan kegiatannya, akses terbatas hingga pelataran saja,” ujarnya, dikutip Senin (13/6/2022).
Baca juga: 3 Tiket Masuk Tempat Wisata Termahal di Indonesia, Ada Candi Borobudur
Penetapan tarif, menurut Edy juga harus sesuai dengan konsekuensi dari aktivitas yang dilakukan selama pengunjung di atas candi.
“Orang yang naik membawa konsekuensi caring capacity. Adanya tarif bukan wajar atau tidak wajar, ini keberpihakan dengan upaya pelestarian kita. Maka kita harus mempersiapkan teknisnya. Unsur konservasi ini akan kita bahas terus,” tuturnya.
Direktur Utama (Dirut) PT TWC Edy Setijono menegaskan, kebijakan pembukaan akses naik ke candi Borobudur dengan pembatasan kuota bagi wisatawan bukan untuk tujuan komersialisasi melainkan upaya melindungi kelestarian bangunan yang telah diakui sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESO pada 1991.
“Fokus kita bukan komersialisasi, tapi konservasi menjaga cagar budaya. Kita hanya memastikan hanya pihak-pihak tertentu, yang diizinkan ke negara untuk mengakses tersebut. Sementara bagi yang kurang relevan kegiatannya, akses terbatas hingga pelataran saja,” ujarnya, dikutip Senin (13/6/2022).
Baca juga: 3 Tiket Masuk Tempat Wisata Termahal di Indonesia, Ada Candi Borobudur
Penetapan tarif, menurut Edy juga harus sesuai dengan konsekuensi dari aktivitas yang dilakukan selama pengunjung di atas candi.
“Orang yang naik membawa konsekuensi caring capacity. Adanya tarif bukan wajar atau tidak wajar, ini keberpihakan dengan upaya pelestarian kita. Maka kita harus mempersiapkan teknisnya. Unsur konservasi ini akan kita bahas terus,” tuturnya.
Lihat Juga :