Harga Minyak Melemah Karena Pasokan Minyak Mentah AS Naik 1,7 Juta Barel

Rabu, 24 Juni 2020 - 12:25 WIB
loading...
Harga Minyak Melemah...
Harga minyak melemah karena pasokan minyak mentah AS naik 1,7 juta barel. Foto/Istimewa
A A A
TOKYO - Harga minyak mentah melemah pada Rabu (24/6/2020), memperpanjang kerugian dari hari sebelumnya, setelah pasokan minyak mentah AS meningkat pesat. Hal ini membuat pasar khawatir mengenai kelebihan pasokan minyak.

Melansir dari Reuters, harga minyak Brent turun 29 sen atau 0,7% ke level USD42,34 per barel pada pukul 03:35 GMT. Harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat, West Texas Intermediate turun 35 sen atau 0,9% menjadi USD40,02 per barel.

Data American Petroleum Institute mengumumkan persediaan minyak mentah AS naik jauh lebih besar dari perkiraan, yaitu mencapai 1,7 juta barel pada pekan lalu. Meningkatnya pasokan minyak mentah tersebut karena meningkatnya konsumsi bahan bakar seiring pelonggaran lockdown di negaranya Donald Trump.

Selain itu, harga minyak jatuh disebabkan investor yang mengambil aksi profit taking setelah reli yang terjadi belakangan ini. "Beberapa investor mengambil aksi ambil untung setelah reli baru-baru ini karena mereka sudah melihat stok minyak mentah AS yang meningkat," ungkap Chiyoki Chen, kepala analis di Sunward Trading di Tokyo, Jepang.

Konsumsi minyak global sendiri telah mulai pulih karena banyak negara mulai melonggarkan lockdown demi pemulihan ekonomi. Sementara itu, OPEC dan sekutunya sepakat untuk mengurangi produksi demi mendongkrak harga. Baca: Harga Minyak Jatuh Karena Melonjaknya Kembali Kasus Covid-19
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Panel Energi SPIEF 2026...
Panel Energi SPIEF 2026 Bahas Prospek Harga Minyak Tahun Depan, Bakal Tembus USD170 per Barel?
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Warga China dan Rusia...
Warga China dan Rusia Berlomba Melahirkan Bayi di AS demi Status Kewarganegaraan
Perjanjian Damai Iran...
Perjanjian Damai Iran Jadi Kekalahan Paling Memalukan bagi AS, Ini 3 Alasannya
Beijing: Asing Mata-matai...
Beijing: Asing Mata-matai China, Gunakan Kura-kura dan Ikan yang Dipasang Sensor
Rekomendasi
Audisi Miss Indonesia...
Audisi Miss Indonesia 2026 Yogyakarta Hari Kedua Diserbu Talenta Muda Berprestasi
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Huawei, Oppo, vivo,...
Huawei, Oppo, vivo, Xiaomi, dan Honor Dituduh Contek Teknologi iPhone
Berita Terkini
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Mengapa Harga Pertamax...
Mengapa Harga Pertamax Naik? Kemkomdigi: Karena Indonesia Tak Hidup Sendirian
Siap-siap! Harga Rumah...
Siap-siap! Harga Rumah Subsidi Bakal Naik, Ini Penyebabnya
Dorong Penguatan Pendidikan...
Dorong Penguatan Pendidikan Vokasi Ganda, Endress+Hauser Gelar Education Forum 2026
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Infografis
Harga Emas Diramal akan...
Harga Emas Diramal akan Tembus Rp2,1 Juta per Gram
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved