7 Stasiun Kereta Api di Sulsel Ditarget Rampung pada Juli 2022

Kamis, 16 Juni 2022 - 18:21 WIB
loading...
7 Stasiun Kereta Api...
Sebanyak tujuh stasiun kereta api di Sulsel ditarget rampung pada Juli 2022, salah satunya Stasiun Pangkajene, Kabupaten Pangkep. Foto/SINDOnews/Muchtamir Zaide
A A A
MAKASSAR - Sebanyak tujuh proyek stasiun Kereta Api (KA) di Provinsi Sulsel ditargetkan rampung pada Juli 2022. Tujuh stasiun itu merupakan proyek PT Bumi Karsa yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota yakni Maros, Pangkep dan Barru. Di antaranya yakni Stasiun Mandai, Stasiun Maros, Stasiun Rammang-rammang, Stasiun Pangkajene, Stasiun Labakkang, Stasiun Ma'rang dan Stasiun Mandalle.

Kepala Proyek Stasiun Kereta Api di Sulsel, Abdullah, menyampaikan realisasi pengerjaan tujuh stasiun tersebut cukup signifikan. Sejauh ini, sudah memasuki tahap penyelesaian, dengan persentase penyelesaian mencapai 99 persen.

Baca Juga: BPKA Sulsel Konsultasi Penetapan Lokasi Stasiun Kereta Api di Parangloe

"Insya Allah, Bumi Karsa sebagai salah satu perusahaan yang akan mengoperasikan kereta api. Khusus untuk stasiun, sekarang program sudah sekitar 99 persen, jadi seperti yang kita lihat Stasiun Pangkep yang kita kerjakan cuma stasiunnya saja dan paling lama bulan depan (Juli) sudah rampung," kata Abdullah, dalam sesi COO Talks & Media Visit PT Bumi Karsa yang diadakan di Stasiun Kereta Api Pangkajene, Kamis (16/6/2022).

Kementerian PUPR bersama Gubernur Sulsel sendiri diketahui menargetkan pengerjaan rel kereta api juga tuntas tahun ini. Olehnya itu, realisasi pengerjaan kini terus digenjot, dimana telah mencapai 50 persen.

"Sekarang kita fokus untuk masuk tahap pengerjaan. Jadi mungkin sudah saya jelaskan lapisan-lapisannya kalau trek itu setelah timbunan, ada namanya sirtu. Di situlah nanti ada bahan batu pecah, ada bantalan, ada rel. Nah kita sudah masuk sekitar 50%, untuk itu selebihnya kami masih mengejar sedikit lagi top level timbunan," terang dia.

Ia menyebut pengerjaan proyek KA sejauh ini terkendala pada perubahan iklim, dimana cuaca tidak menentu. Kondisi tersebut membuat pengerjaan lapisan rel kereta api memakan waktu. Meski demikian, pihak PT Bumi Karsa akan terus memaksimalkan pengerjaan melihat material lapisan rel telah tersedia.

"Kemarin ada sedikit kendala dari cuaca karena ini kurang kami pahami juga. Seharusnya sudah masuk ke musim kemarau, tapi sampai sekarang ini masih basah setiap sore. Hujan terus, itu sangat menyulitkan untuk proses pekerjaan tanah, tapi kami tetap maksimalkan sekitar 50% yang tersisa untuk pekerjaan tanah itu untuk segera masuk ke lapisan berikutnya. Jadi material sudah ada semua tinggal di angkut ke lokasi," tegasnya.

"Mudah-mudahan memang targetnya sesuai dari pak Menteri. Instruksi itu selesai Oktober, Insya Allah Oktober sudah bisa beroperasi dari Makassar ke Barru," sambung Abdullah.

Sementara itu, Fajaruddin selaku Direktur Pemasaran dan Pengembangan PT Bumi Karsa mengatakan, untuk pengerjaan tujuh stasiun kereta api memakan biaya Rp120 miliar. Meski begitu, pihak PT Bumi Karsa dapat mengoptimalkan pengerjaan stasiun sesuai dengan target perampungan yang dicanangkan Kementerian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Republik Indonesia.

"Jadi memang untuk pembangunan tujuh stasiun ini sejak awal kontrak kita kurang lebih Rp120 miliar. Memang selama pelaksanaan hampir kurang lebih dari 2019 pekerjaan kita kerjakan kemudian masuk di 2020 hingga 2021 itu ada pandemi sehingga menghambat. Tapi, Alhamdulillah kita bisa rampungkan dengan anggaran yang ada, ya memang di sana ada beberapa kita lakukan optimalisasi pekerjaan sehingga pekerjaan ini bisa kita lakukan," terang dia.

Baca Juga: Dispar Sulsel Perkenalkan Objek Wisata di Sekitar Stasiun Kereta Api

Walau demikian, pihak PT Bumi Karsa menggaransi kelayakan dari stasiun kereta api pertama di Sulsel ini, sehingga dapat berfungsi dengan baik. Meski disadari masih memerlukan biaya untuk pengoptimalan pengerjaan proyek kreta api terebut.

"Jadi yang kita pentingkan di sini adalah fungsinya dulu fungsional supaya stasiun ini bisa kita selesaikan dan berfungsi dengan baik. Memang masih banyak pekerjaan yang harus dikerjakan lagi. Stasiun ini nanti mungkin sambil menunggu anggaran berikutnya," tutupnya.
(tri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penjualan Tiket Kereta...
Penjualan Tiket Kereta di Long Weekend Capai 685.933, Ini 10 Stasiun dengan Keberangkatan Tertinggi
KCIC Targetkan Stasiun...
KCIC Targetkan Stasiun Karawang Beroperasi Tahun 2025
KAI Hadirkan Pramugari...
KAI Hadirkan Pramugari Versi AI di Stasiun, Bisa Ngobrol dengan Pelanggan
Jumlah Penumpang KRL...
Jumlah Penumpang KRL pada 2024 Diramal Tembus 1,2 Juta Orang
Plafon di Stasiun Kereta...
Plafon di Stasiun Kereta Cepat dan LRT Bocor Saat Hujan Deras, KAI Minta Maaf
LRT Jabodebek Siap Beroperasi...
LRT Jabodebek Siap Beroperasi 28 Agustus dengan 18 Stasiun
Libur Nataru, 40.300...
Libur Nataru, 40.300 Penumpang Berangkat dari Stasiun Daop 1 Jakarta
Drone Rusia Serang Stasiun...
Drone Rusia Serang Stasiun Kereta Ukraina Telan Korban Jiwa, Zelensky Sebut Biadab
Listrik Stasiun Manggarai...
Listrik Stasiun Manggarai Padam, Lift Tidak Bisa Dioperasikan
Rekomendasi
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Miss Indonesia 2026...
Miss Indonesia 2026 Sambangi Yogyakarta, Cari Perempuan Berbakat dengan Kepedulian Sosial Tinggi
Sudirman Said: Kepemimpinan...
Sudirman Said: Kepemimpinan Berkelanjutan Lahir dari Sistem yang Kuat
Berita Terkini
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved