Harga BBM di AS Naik Gila-gilaan, Bagaimana dengan Indonesia?

Rabu, 22 Juni 2022 - 12:32 WIB
loading...
Harga BBM di AS Naik Gila-gilaan, Bagaimana dengan Indonesia?
Kenaikan harga minyak dunia membuat harga BBM di AS ikut melambung. FOTO/REUTERS
A A A
JAKARTA - Harga minyak dunia masih berada di level USD100 per barel. Tingginya harga minyak dunia membuat harga BBM di Amerika Serikat (AS) ikut melambung.

Harga bensin rata-rata di sana mencapai USD 5 per galon atau setara Rp 74,3 ribu per galon. Adapun, 1 galon sama dengan 3,7 liter. Artinya, per liter harga BBM di AS kira-kira mencapai Rp 20 ribu per liter. CEO Tesla Elon Musk dalam unggahan Twitternya membocorkan kalau harga BBM di sana naik sampai USD7,11 per galon, yang sama dengan Rp 105 ribu per galon atau Rp 28,5 ribu per liter.

Baca Juga: Inflasi AS Lepas Kendali, Harga Minyak Ambruk Hampir 4%

Harga bensin rata-rata di sana mencapai USD 5 per galon (3 liter) atau setara Rp 16.000 per liter. CEO Tesla Elon Musk dalam unggahan Twitternya membocorkan kalau harga BBM di sana naik sampai USD 7,11 per galon. Lantas, bagaimana dengan harga BBM di Indonesia? Apakah akan terkerek harga minyak dunia?

Direktur Eksekutif ReforMiners Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, sebenarnya Indonesia perlu waspada akan harga minyak dunia tersebut. "Mengingat sebagian dari kebutuhan kita dipenuhi dari impor. Kalau tidak ada penyesuaian harga, pemerintah perlu siap kalau besaran subsidinya naik," ujar Komaidi kepada MNC Portal Indonesia, Kamis (22/6/2022).

Sebagai informasi, harga BBM di Indonesia berbeda-beda sesuai dengan penyalurnya. Untuk BBM milik swasta seperti Shell, Vivo dan BP AKR harganya menyesuaikan harga minyak dunia, rata-rata Rp 15.000 hingga Rp 16.000 per liter.



Baca Juga: Harga BBM di Inggris Menggila, Isi Bensin Mobil Keluarga Butuh Rp1,8 Juta

Sedangkan BBM milik Pertamina, harganya ditekan agar bisa mendorong daya beli masyarakat. Misalnya, Pertalite dibanderol Rp 7.650 per liter dan Pertamax Rp 12.500 hingga Rp 13.000 per liter. Harga ini masih di bawah nilai keekonomian di pasaran. "Kalau harga pas-nya berapa, memang tergantung sejumlah variable. Ada produksi dan pajak," ujar Komaidi.

Masing-masing negara memang punya kebijakan penetapan harga yang tidak sama. Namun sebagai acuan, negara tetangga menjual RON 90, atau setara Pertalite, di atas Rp 15.000 per liter. "Ini biasanya berbeda-beda dalam besaran pajaknya," ungkapnya.

(nng)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1434 seconds (11.97#12.26)