Utang Jumbo Garuda Indonesia Turun Drastis Usai PKPU, Kok Bisa?
Rabu, 22 Juni 2022 - 12:56 WIB
loading...
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) telah selesai mencapai kesepakatan Penundaan Pembayaran Kewajiban Utang (PKPU) dengan para kreditornya. Kini, utang perseroan diklaim telah turun drastis.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan proposal perdamaian penundaan pembayaran kewajiban utang (PKPU) yang disepakati menyebabkan utang Garuda Indonesia mengalami penurunan.
"Tentu saja tadi kan disampaikan mengenai proposal kami, dan saya mencoba meluruskan saja, proposal kami itu pada dasarnya membuat hutang kami menjadi menurun jauh setelah PKPU ini karena pada dasarnya ini recovery rate nya di atas 19 atau 20 persen lebih menurun cukup drastis," ungkapnya dalam program Market Review di IDX Channel, Rabu (22/6/2022).
Baca Juga: Intip Gaji Pilot Garuda Indonesia, Angkanya Capai Rp50 Juta per Bulan
Menurut dia hasil PKPU tersebut melebihi harapan karena sebelumnya sempat tidak menyangka bahwa kepercayaan kreditur begitu tinggi. "Tentu saja melebihi harapan karena tadinya kami tidak menyangka bahwa tingkat kepercayaan para kreditur bisa begitu tinggi sehingga angka 97 persen itu menyepakati proposal kami," ujar dia.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan proposal perdamaian penundaan pembayaran kewajiban utang (PKPU) yang disepakati menyebabkan utang Garuda Indonesia mengalami penurunan.
"Tentu saja tadi kan disampaikan mengenai proposal kami, dan saya mencoba meluruskan saja, proposal kami itu pada dasarnya membuat hutang kami menjadi menurun jauh setelah PKPU ini karena pada dasarnya ini recovery rate nya di atas 19 atau 20 persen lebih menurun cukup drastis," ungkapnya dalam program Market Review di IDX Channel, Rabu (22/6/2022).
Baca Juga: Intip Gaji Pilot Garuda Indonesia, Angkanya Capai Rp50 Juta per Bulan
Menurut dia hasil PKPU tersebut melebihi harapan karena sebelumnya sempat tidak menyangka bahwa kepercayaan kreditur begitu tinggi. "Tentu saja melebihi harapan karena tadinya kami tidak menyangka bahwa tingkat kepercayaan para kreditur bisa begitu tinggi sehingga angka 97 persen itu menyepakati proposal kami," ujar dia.
Lihat Juga :