Beda Nasib Petani Amerika dengan Indonesia

Rabu, 22 Juni 2022 - 17:36 WIB
loading...
A A A
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat upah nominal harian buruh tani nasional pada April 2022 mengalami kenaikan sebesar 0,29% dibandingkan pada Maret 2022, yaitu dari Rp57.941,00 menjadi Rp58.109,00 per hari. Sementara upah riil buruh tani pada April 2022 turun sebesar 0,68% dibanding Maret 2022, yaitu dari Rp52.494,00 menjadi Rp52.139,00 per hari.

Sedangkan jumlah petani terus mengalami penurunan, meski di tahun 2020 naik 2,23%. Data BPS menunjukkan bahwa jumlah petani pada 2017 sebanyak 35,92 juta turun menjadi 35,7 juta orang pada 2018 dan 34,58 pada tahun 2019. Bappenas memperkirakan bahwa jika tren penurunan ini berlangsung secara terus menerus maka pada 2063, jumlah petani di Indonesia akan habis.

Salah satu faktor yang menyebabkan menurunnya jumlah petani di Indonesia adalah pendapatan yang rendah karena penguasaan lahan yang sempit dan produktivitas rendah. Berdasarkan data PSEKP petani padi dengan penguasaan lahan di kisaran 0,3 - 0,5 hektare pendapatannya sekitar Rp 1,3 – 2 juta per bulan.

Nasib petani Indonesia berbeda jauh dengan AS. Petani AS makmur sejahtera. Generasi muda di negeri Paman Sam bahkan banyak yang berminat menjadi petani karena menjanjikan. Terlebih, didukung dengan teknologi yang sangat maju sehingga memudahkan petani bercocok tanam.

ERS melaporkan pendapatan rata-rata petani secara keseluruhan di AS pada 2019 sebesar USD 65.000 atau sekitar Rp950 juta setahun. Jika harga gabah tingkat petani Rp 5000 per kilogram maka pendapatan rata-rata petani di AS setara dengan 182 ton gabah petani di Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
Trump Batal Pungut Biaya...
Trump Batal Pungut Biaya 20% di Selat Hormuz, Negara Teluk Janji Investasi Jumbo ke AS
Trump Minta Tarif 20%...
Trump Minta Tarif 20% Kargo di Selat Hormuz, Bisa Kantongi Rp541 Miliar per Supertanker
AS Terapkan Blokade...
AS Terapkan Blokade Baru di Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Melonjak 9%
AS-Iran Kembali Saling...
AS-Iran Kembali Saling Serang, Harga Minyak Dunia Melesat Lebih 3%
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
4 Alasan Rakyat AS Marah...
4 Alasan Rakyat AS Marah Besar atas Kematian 2 Tentara dan Kegagalan Melawan Iran
Mengapa Yordania Jadi...
Mengapa Yordania Jadi Bulan-bulanan Serangan Iran, Termasuk Tewaskan 2 Tentara AS?
Perang Iran Makin Sengit,...
Perang Iran Makin Sengit, AS Keluarkan Travel Warning Seluruh Dunia untuk Warganya
Rekomendasi
Ria Ricis Ajak Moana...
Ria Ricis Ajak Moana Berenang di Laut, Warganet Khawatir
5 Strategi Jitu Tingkatkan...
5 Strategi Jitu Tingkatkan Popularitas, PM Anwar Ibrahim Gunakan Kembaran ala PMX.AI
The Wall Street Journal...
The Wall Street Journal Ungkap Kemampuan Rudal Iran Lebih Unggul Dibandingkan Pertahanan Udara AS
Berita Terkini
MengEmaskan Indonesia,...
MengEmaskan Indonesia, Wamenaker Jadi Saksi Keunggulan Manajerial Pegadaian
Produksi CPO RI Capai...
Produksi CPO RI Capai 53 Juta Ton, Hilirisasi Sawit Perlu Dipercepat
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
JTrust Bank Gandeng...
JTrust Bank Gandeng Pegolf Kristina Yoko Dukung Pembinaan Atlet Nasional
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved