4 Wilayah Belum Tersedia Kanal Digital, MNC Group Tunggu Kepastian Kominfo

Kamis, 23 Juni 2022 - 17:34 WIB
loading...
4 Wilayah Belum Tersedia Kanal Digital, MNC Group Tunggu Kepastian Kominfo
Direktur Corporate Secretary MNC Group Syafril Nasution (dua kanan). Foto/tangkapan layar
A A A
JAKARTA - Direktur Corporate Secretary MNC Group Syafril Nasution menegaskan kominten MNC Group dalam menyiapkan migrasi TV analog ke TV digital.

Menurut Syafril, saat ini MNC Group telah mencapai 90% kesiapannya dalam pembangunan multipleksing (MUX) dari 21 provinsi dan 49 wilayah.

Dari jumlah wilayah tersebut, 4% di antaranya masih belum dapat dilaksanakan dikarenakan belum tersedia layanan digital di wilayah tersebut.

Baca juga: Waspada Kejahatan Digital Finansial

"Ada 4 layanan yang belum kita laksanakan mengingat belum tersedianya kanal digital oleh pemerintah dan kanal tersebut masih dipakai oleh analog," ujarnya dalam Rapat Dengar Pendapat Umum dengan Panja Digitalisasi Penyiaran dengan Multipex Komisi 1 DPR RI di Jakarta, Kamis (23/6/2022).

"Untuk 4 layanan wilayah tersebut masih menunggu kepastian dari Kominfo (Kementerian Komunikasi dan Informatika)," imbuhnya.

Selain itu, Syafril Nmengatakan perpindahan dari TV analog menuju TV digital pada saat pandemi memberikan beban yang berat kepada MNC Group.

Baca juga: Migrasi ke TV Digital, Samsung Tawarkan Super Smart TV+ Mulai Rp6,5 Juta

"Permasalahan utama kita bahwa di saat kita harus melaksanakan ASO (Analog Switch Off) ini, dunia terkena dampak pamdemi Covid-19, di saat itu penerimaan penghasilan sangat drastis (turun) dari TV, sehingga kami merasakan kesulitan," tuturnya.

Syafril menambahkan, dalam kondisi seperti saat ini pihaknya harus membangun infrastruktur di 21 provinsi atau 49 wilayah layanan multipleksing (MUX) serta harus menyediakan set box tv digital.



"Kami berharap kepada Komisi I sebagai wakil rakyat kiranya bisa memperjpanjang waktu ASO ataupun memberlakukan siaran berbareng antara analog dan digital," pungkasnya.
(ind)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1686 seconds (11.210#12.26)