Dorong Transisi Energi Berkeadilan, Kadin Galang Kerja Sama Penyediaan Listrik di Area 3T
Kamis, 23 Juni 2022 - 23:27 WIB
loading...
Ketua Komite Tetap Energi Baru dan Terbarukan Kadin Muhammad Yusrizki mengemukakan, transisi energi yang berkeadilan sebagai salah satu semangat yang dibangun oleh Kadin dalam konteks transisi energi Indonesia. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mendorong transisi energi dengan menurunkan emisi di seluruh sektor dan segmen masyarakat disertai terciptanya inovasi dan metode untuk meningkatkan kesetaraan sosial, khususnya dalam konteks keadilan energi.
Ketua Komite Tetap Energi Baru dan Terbarukan Kadin Muhammad Yusrizki mengemukakan, “Just Energy Transition” atau Transisi Energi yang Berkeadilan sebagai salah satu semangat yang dibangun oleh Kadin dalam konteks transisi energi Indonesia.
Yusrizki memandang, saat ini banyak segmen komunitas khususnya di area 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal) di Indonesia yang mengalami kemiskinan listrik.
“PLN sebagai perpanjangan tangan negara memang sudah hadir di banyak area 3T, tetapi pasokan listrik yang ada di daerah tersebut tidak merata, akibatnya komunitas masyarakat di daerah 3T hanya bisa mendapatkan listrik sekian jam sehari, belum 24 jam,” ujarnya saat menjadi pembicara di Global Conference 2022 Asia Venture Philanthropy Network (AVPN) di Bali, Kamis (23/6/2022).
Baca juga: Riset Membuktikan: Ada Mutualisme antara Listrik dengan Ekspor
“Keterbatasan pasokan listrik juga akhirnya menghambat perputaran ekonomi komunitas dimana untuk mendapatkan nilai tambah mereka membutuhkan infrastruktur dasar, salah satunya kelistrikan,” timpalnya.
Alumnus ITB itu menegaskan pentingnya peran serta semua pemangku kepentingan dalam membangun transisi energi yang berkeadilan, terlebih dengan adanya keterbatasan dari PLN selaku perwakilan pemerintah dalam memasok energi listrik.
Ketua Komite Tetap Energi Baru dan Terbarukan Kadin Muhammad Yusrizki mengemukakan, “Just Energy Transition” atau Transisi Energi yang Berkeadilan sebagai salah satu semangat yang dibangun oleh Kadin dalam konteks transisi energi Indonesia.
Yusrizki memandang, saat ini banyak segmen komunitas khususnya di area 3T (Terdepan, Terpencil dan Tertinggal) di Indonesia yang mengalami kemiskinan listrik.
“PLN sebagai perpanjangan tangan negara memang sudah hadir di banyak area 3T, tetapi pasokan listrik yang ada di daerah tersebut tidak merata, akibatnya komunitas masyarakat di daerah 3T hanya bisa mendapatkan listrik sekian jam sehari, belum 24 jam,” ujarnya saat menjadi pembicara di Global Conference 2022 Asia Venture Philanthropy Network (AVPN) di Bali, Kamis (23/6/2022).
Baca juga: Riset Membuktikan: Ada Mutualisme antara Listrik dengan Ekspor
“Keterbatasan pasokan listrik juga akhirnya menghambat perputaran ekonomi komunitas dimana untuk mendapatkan nilai tambah mereka membutuhkan infrastruktur dasar, salah satunya kelistrikan,” timpalnya.
Alumnus ITB itu menegaskan pentingnya peran serta semua pemangku kepentingan dalam membangun transisi energi yang berkeadilan, terlebih dengan adanya keterbatasan dari PLN selaku perwakilan pemerintah dalam memasok energi listrik.
Lihat Juga :