Jerman Selangkah Lagi Darurat Gas Pasca Rusia Pangkas Pasokan
Jum'at, 24 Juni 2022 - 09:16 WIB
loading...
Jerman telah mengambil langkah lebih dekat untuk menerapkan kebijakan penjatahan gas setelah penurunan pasokan dari Rusia. Negara itu telah memicu alarm dari rencana darurat gas untuk menangani kekurangan. Foto/Dok
A
A
A
FRANKFURT - Jerman telah mengambil langkah lebih dekat untuk menerapkan kebijakan penjatahan gas setelah penurunan pasokan dari Rusia . Negara itu telah memicu "alarm" dari rencana darurat gas untuk menangani kekurangan, kata kementerian ekonomi Jerman.
Baca Juga: Rusia Potong Gas, Industri Jerman Dihadapkan Pilihan yang Menyakitkan
Menteri ekonomi Jerman, Robert Habeck mengatakan, Rusia menggunakan gas 'sebagai senjata' untuk menanggapi sanksi Uni Eropa (UE). Seperti diketahui beberapa pekan lalu, UE baru saja menyepakati kebijakan embargo minyak Rusia dari jalur laut sebagai respons atas perang di Ukraina.
"Kita tidak boleh membodohi diri kita sendiri. Pemotongan pasokan gas adalah serangan ekonomi terhadap kami oleh (Presiden Rusia Vladimir) Putin," kata Habeck, seraya menambahkan Jerman harus mengurangi konsumsi gasnya.
Habeck berharap, mudah-mudahan tidak akan pernah ada kebutuhan yang mengharuskan adanya penjatahan gas untuk industri Jerman, tetapi dia menambahkan: "Tentu saja, saya tidak bisa mengesampingkannya."
Baca Juga: Rusia Potong Gas, Industri Jerman Dihadapkan Pilihan yang Menyakitkan
Menteri ekonomi Jerman, Robert Habeck mengatakan, Rusia menggunakan gas 'sebagai senjata' untuk menanggapi sanksi Uni Eropa (UE). Seperti diketahui beberapa pekan lalu, UE baru saja menyepakati kebijakan embargo minyak Rusia dari jalur laut sebagai respons atas perang di Ukraina.
"Kita tidak boleh membodohi diri kita sendiri. Pemotongan pasokan gas adalah serangan ekonomi terhadap kami oleh (Presiden Rusia Vladimir) Putin," kata Habeck, seraya menambahkan Jerman harus mengurangi konsumsi gasnya.
Habeck berharap, mudah-mudahan tidak akan pernah ada kebutuhan yang mengharuskan adanya penjatahan gas untuk industri Jerman, tetapi dia menambahkan: "Tentu saja, saya tidak bisa mengesampingkannya."
Lihat Juga :