Uni Eropa Makin Blingsatan Gara-gara Gas Rusia

Sabtu, 25 Juni 2022 - 23:45 WIB
loading...
Uni Eropa Makin Blingsatan...
Uni Eropa memulai langkah agar tak bergantung pada gas Rusia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Uni Eropa (UE) berencana untuk melanjutkan kehidupan tanpa gas Rusia . Para pemimpin UE menggelar pertemuan pada Jumat (25/6/2022) dan menuturkan bahwa energi murah telah hilang.

Baca juga: Rusia Tidak Akan Bergabung dengan Perjanjian Pelarangan Senjata Nuklir

Dilansir dari Reuters (25/6/2022) mereka menyetujui untuk meningkatkan persiapan pengurangan gas Rusia lebih lanjut. UE menuduh Moskwa menggunakan energi sebagai senjata yang bisa membuat Jerman menutup sebagian industrinya.

Pertemuan para pemimpin UE di Brussels ini digelar saat meningkatnya kekhawatiran atas kenaikan harga energi dan peringatan akan musim dingin yang sulit.

“Inflasi adalah perhatian utama kita semua,” kata Ketua Dewan Eropa Charles Michel pada konferensi pers saat pertemuan dua hari itu berakhir.

Selain itu ia juga menyatakan bahwa agresi Rusia memengaruhi harga makanan, energi, dan komoditas. Dia juga menambahkan bahwa para pemimpin UE sepakat untuk mengoordinasikan responss kebijakan ekonomi mereka secara dekat.

Diketahui pertemuan tersebut menyetujui beberapa langkah konkret. Tetapi, para pemimpin juga menugaskan Komisi Eropa untuk dapat menemukan lebih banyak upaya dalam mengamankan pasokan energi dengan harga terjangkau.

Ketua Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan bahwa pencarian pasokan alternatif sudah berlangsung. Sementara itu, eksekutif UE akan mempresentasikan rencana kesiapan untuk pemotongan gas lebih banyak dari Rusia kepada para pemimpin pada Juli mendatang.



“Berharap yang terbaik, dan bersiap untuk yang terburuk. Itulah yang kami lakukan sekarang,” jelasnya.

DIketahui, Komisi Eropa akan mengajukan berbagai usulan dan opsi untuk dibahas pada pertemuan puncak UE berikutnya pada Oktober. Salah satu masalah yang diperdebatkan adalah apakah pemerintah harus turun tangan untuk membatasi harga. Mengingat Spanyol dan Portugal membatasi harga gas di pasar listrik lokal mereka bulan ini. Tetapi, negara lain memperingatkan bahwa pembatasan harga akan mengganggu pasar energi dan menguras kas negara lebih jauh.

Para pemimpin negara-negara anggota UE menyebut, lonjakan harga yang besar dan pertumbuhan global yang merosot disebabkan oleh invasi Rusia ke Ukraina empat bulan lalu.

“Gagasan energi murah hilang dan gagasan energi Rusia pada dasarnya hilang dan kita semua dalam proses mengamankan sumber alternatif. Pemerintah harus mendukung kelompok masyarakat yang paling menderita," ujar Menteri Latvia Krisjanis Karins.

Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck menyatakan negaranya sedang menuju kekurangan gas jika pasokan Rusia tetap serendah sekarang. Bahkan, beberapa industri harus tutup pada musim dingin mendatang.

“Perusahaan harus menghentikan produksi, memberhentikan pekerja mereka, rantai pasokan akan runtuh, orang akan berutang untuk membayar tagihan pemanas mereka,” katanya kepada Der Spiegel.

Baca juga: Ini Deretan Penyebab BUMN Rugi, Nomor 5 Diungkap Sendiri oleh Erick Thohir

Sebelum perang, Rusia mengirim 40% kebutuhan gas ke UE. Untuk Jerman sendiri, gas Rusia berkontribusi sekitar 55%. Inflasi di 19 negara UE juga telah mencapai level tertinggi sepanjang masa di atas 8%. Para eksekutif UE meramal pertumbuhan akan turun menjadi 2,7% tahun ini.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, Industri dan Sektor Energi Perlu Dijaga Bersama
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
Rekomendasi
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Justin Hubner Bisa Absen...
Justin Hubner Bisa Absen Perkuat Timnas Indonesia Lawan Mozambik
Berita Terkini
Implementasi PP TUNAS...
Implementasi PP TUNAS Harus Bisa Jaga Daya Saing Generasi Muda di Ekonomi Digital
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Silmy Karim Dicopot...
Silmy Karim Dicopot dari Komisaris Telkom usai Tersangka KPK
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Infografis
5 Kapal Selam Serang...
5 Kapal Selam Serang Terbaik, AS dan Rusia Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved