Garuda Indonesia Disuntik PMN Rp7,5 Triliun, Erick Thohir Sebut Penyelamatan
Senin, 27 Juni 2022 - 17:11 WIB
loading...
Menteri BUMN, Erick Thohir memastikan, Garuda Indonesia akan menerima Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp7,5 triliun. Namun Ia memberikan catatan, bahwa bisnis Garuda engga usah lagi gaya-gayaan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir memastikan, PT Garuda Indonesia Tbk, akan menerima Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp7,5 triliun. Anggaran ini bersumber dari cadangan pembiayaan investasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2022.
Baca Juga: PMN dan Tambahan Modal dari Pemegang Saham Jadi Harapan Baru Garuda Indonesia
Erick menilai, suntikan dana segar perlu dilakukan pemerintah lantaran Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan nasional (flag carrier). Langkah itu sekaligus membantu emiten bersandi saham GIAA ini keluar dari krisis keuangan. Adapun PMN ini akan diterima setelah perusahaan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
"Bahwa nomor satu pemerintahan hadir dulu, sekarang pemerintah membuktikan bahwa ini flag carrier, pemerintah dengan konsep penyelamatan sebagai payung hukum akan menyuntik Rp 7,5 triliun, itu dulu yang kita lakukan," ungkap Erick Thohir saat konferensi pers, Jakarta, Senin (27/6/2022).
Pemberian PMN ini merupakan upaya awal pemerintah menyelamatkan Garuda Indonesia, setelah memperoleh homologasi atau kesepakatan damai dengan kreditur terkait proposal utang senilai Rp142 triliun. Selanjutnya, pemegang saham membidik bisnis baru perusahaan yang fokus pada penerbangan domestik.
"Nah setelah itu baru kita lihat apa perbaikan yang kita lakukan ke depan, yang pasti Garuda Indonesia ke depan akan fokus domestik bukan internasional, yang dulu 70 persen internasional semuanya rugi," tutur dia.
Baca Juga: Utang Garuda Indonesia Naik Jadi Rp142 Triliun, Segini Rinciannya
Baca Juga: PMN dan Tambahan Modal dari Pemegang Saham Jadi Harapan Baru Garuda Indonesia
Erick menilai, suntikan dana segar perlu dilakukan pemerintah lantaran Garuda Indonesia sebagai maskapai penerbangan nasional (flag carrier). Langkah itu sekaligus membantu emiten bersandi saham GIAA ini keluar dari krisis keuangan. Adapun PMN ini akan diterima setelah perusahaan melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
"Bahwa nomor satu pemerintahan hadir dulu, sekarang pemerintah membuktikan bahwa ini flag carrier, pemerintah dengan konsep penyelamatan sebagai payung hukum akan menyuntik Rp 7,5 triliun, itu dulu yang kita lakukan," ungkap Erick Thohir saat konferensi pers, Jakarta, Senin (27/6/2022).
Pemberian PMN ini merupakan upaya awal pemerintah menyelamatkan Garuda Indonesia, setelah memperoleh homologasi atau kesepakatan damai dengan kreditur terkait proposal utang senilai Rp142 triliun. Selanjutnya, pemegang saham membidik bisnis baru perusahaan yang fokus pada penerbangan domestik.
"Nah setelah itu baru kita lihat apa perbaikan yang kita lakukan ke depan, yang pasti Garuda Indonesia ke depan akan fokus domestik bukan internasional, yang dulu 70 persen internasional semuanya rugi," tutur dia.
Baca Juga: Utang Garuda Indonesia Naik Jadi Rp142 Triliun, Segini Rinciannya
Lihat Juga :