Perusahaan Riset Ini Prediksi Rupiah Bisa Jatuh ke Rp16.200 per USD

Selasa, 28 Juni 2022 - 17:33 WIB
loading...
Perusahaan Riset Ini...
Perusahaan riset Astronacci International memprediksi rupiah berpotensi terus melemah ke Rp16.200 per dolar USD. Foto/Dok. SINDOnews
A A A
JAKARTA - Inflasi besar-besaran di Amerika Serikat (AS) dan kenaikan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve - The Fed) menyebabkan penguatan dolar AS (USD) yang diawali pada bulan Maret 2022 lalu. Perusahaan riset Astronacci International memprediksi, rupiah berpotensi terus melemah dengan target ke Rp16.200 per dolar USD.

Dalam siaran persnya, Astronacci menyebut krisis pasar finansial dan juga pelemahan rupiah diawali dengan perang Rusia-Ukraina yang menyebabkan kenaikan pada harga minyak dan diikuti dengan inflasi secara besar-besaran di AS.

Baca Juga: Rupiah Melemah Imbas The Fed Agresif Kerek Suku Bunga

Pada tanggal 17 April 2022, Astronacci mengeluarkan prediksi mengenai kenaikan suku bunga The Fed yang ditujukan untuk menghadang laju inflasi AS. Kenaikan suku bunga The Fed ini selanjutnya mendorong laju penguatan US Dollar Index (DXY) yang ke depannya berdampak negatif terhadap rupiah.

Gema Goeyardi dari Astronacci mengatakan, rupiah yang berada di posisi Rp14.340 per USD dan kemudian menguat ke area Rp14.450 per USD pada 25 April 2022 menandai bahwa USD/IDR mulai keluar dari area konsolidasinya. Astronacci pun mengingatkan kepada trader maupun investor terkait potensi pelemahan rupiah yang akan segera terjadi.

"Kondisi sekarang ini rupiah adalah laggard indicator dari USD. Sehingga ketika terjadinya penguatan terhadap USD secara terus menerus, maka sebentar lagi akan terjadi pelemahan terhadap rupiah secara signifikan," ujar Gema.

Suku bunga The Fed terus merangkak naik, yang diawali pada bulan Maret 2022 sebesar 25 bps, lalu mengalami kenaikan lagi pada bulan Mei 2022 sebesar 50 bps, hingga kemudian mencapai 75 bps pada Juni 2022 terus memicu penguatan USD.

Baca Juga: Putin: AS Miliki 200 Amunisi Taktis Nuklir di 6 Negara NATO

Hal ini berdampak negatif terhadap rupiah yang hingga Senin (27/6) melemah ke posisi Rp14.812 per USD. Gema mengatakan, USD akan terus menguat dan rupiah melemah dengan target Rp16.200 per USD.

Terkait analisis pelemahan rupiah dari Astronacci, Gema memberikan prediksi terbarunya yakni USD/IDR yang memiliki potensi untuk menguji kembali area support dan membentuk secondary reaction. Secara indikator, momentum yang mengarah ke bawah pada area jenuh beli (overbought) menurutnya mengindikasikan bahwa USD berpotensi untuk melemah ke area support Rp14.710 sebelum kembali menguat untuk mengisi area gap pada area Rp16.200.

Terkait prediksi tersebut, Gema menyarankan beberapa hal bagi para pelaku pasar. Pertama, mulai menabung USD. Kedua, mencari saham emiten yang diuntungkan dengan pelemahan rupiah. Ketiga, menghindari saham-saham emiten yang dirugikan dengan pelemahan rupiah.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Dolar AS Makin Ganas...
Dolar AS Makin Ganas di Tengah Perang, Harga Minyak Tembus USD90 per Barel
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
Bukan Cuma Harga Minyak,...
Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
Rupiah Ditutup Menguat...
Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.986 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?
Secret Service hingga...
Secret Service hingga FBI Dilibatkan Uji Keaslian Dolar Sitaan Kasus Febrie Adriansyah, Ini Alasannya
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Rekomendasi
Gelar Festival Literasi...
Gelar Festival Literasi Islam, Kemenag: Ada Wakaf Al Qur'an dan Cek Kesehatan Gratis
Profil Jesslyn Wijaya...
Profil Jesslyn Wijaya Lay, Atlet Golf Putri yang Diduga Diculik di Mangga Besar
DJP Libatkan Babinsa...
DJP Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Wajib Pajak, DPR: Jangan Ada Kesan Menakut-nakuti
Berita Terkini
Bahlil Siap Atur Mekanisme...
Bahlil Siap Atur Mekanisme Izin Tambang Ormas Agama Pascaputusan MK
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
Lionel Express Hadirkan...
Lionel Express Hadirkan Solusi Distribusi Barang B2B ke Seluruh Indonesia
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
Nikmati Pengalaman Nonton...
Nikmati Pengalaman Nonton Terbaik di XXI dengan Penawaran Eksklusif dari BRI
Harga Minyak Mendidih...
Harga Minyak Mendidih 1% saat Houthi Blokade Arab Saudi, Bakal Tembus USD100 per Barel?
Infografis
Logo HUT ke-80 RI, Ini...
Logo HUT ke-80 RI, Ini Penjelasan Angka 80 Warna Merah-Putih dengan Garis Infinity
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved